Tidak diragukan lagi, ilmu mempunyai manfaat yang besar dalam kehidupan kita. Ilmu merupakan bekal yang paling layak kita andalkan untuk menghadapi berbagai  persoalan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ilmu bukan saja digunakan sebagai media untuk menyingkap banyak hal, melainkan juga dapat dijadikan sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi disekitar kita, atau mungkin yang sedang kita alami.

Dengan demikian, ilmu adalah aktivitas yang baik dan teratur. Karena begitu besar manfaat ilmu, maka dorongan untuk memperolehnya juga datang begitu kuat, baik dari pribadi maupun dari agama. Kalau secara pribadi , rasa ingin mengetahui sesuatu dan memperoleh hal-hal yang dapat diamati dan dinalar merupakan hal yang kodrat. Keinginan untuk mengetahui hal-hal baru yang bermanfaat mendorong kita untuk melakukan pengamatan pada objek-objek tertentu, maka akan melahirkan pengetahuan dan ilmu.

Begitu juga dalam Islam, sebagai muslim kita di dorong mempunyai pengetahuan yang memadai  untuk mencapai kesadaran terbaik dalam keberagaman. Sehingga membuat kita merasa Islam sebagai agama yang dapat dipahami, dimengerti dan akhirnya akan diamalkan dengan maksimal.




Di dalam Al-Qur’an dapat kita temukan penjelasan tentang keutamaan ilmu. Salah satunya terdapat dalam surah Ali-Imran yang berbunyi.

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu(juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan melainkan Dia ( yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Ali-Imran 3:18).

Surah Ali-Imran ayat 18 diatas bisa menjadi bahan renungan tentang keagungan orang yang mempunyai ilmu. Allah pertama kali memulai dengan Diri-Nya, kemudian malaikat, dan orang yang mempunyai ilmu. Penempatan orang berilmu setelah malaikat menunjukkan suatu keagungan dan kemuliaan.

Sumber :Buku Ushfuriyah karangan Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri.