Orang-orang Yang Doanya Terkabulkan




Doa, apabila berasal dari seorang insan yang takut kepada Allah dan menahan hawa nafsunya (untuk berbuat maksiat), maka dia akan menjadi orang yang doanya selalu terkabulkan (doa mustajab). Dan menjadi sebab dari sebab-sebab mendapat pahala dan rahmat. Allah juga menjanjikan kepada kita dikabulkannya doa, apabila kita juga memperkenankan panggilan-Nya dan kita beristiqamah di jalan-Nya.

Allah berfirman, “Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoaa apabila dia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah 2 : 186).

Juga Umar bin Khaththab pernah berpesan, “Aku tidak pernah gelisah dengan pengabulan doa, namun aku hanya gelisah dengan doa itu sendiri (maksudnya: hati yang terbuka untuk berdoa). Jika aku mendapat ilham untuk berdoa pastilah pengabulan menyertai bersamanya.”




Seakan-akan beliau ingin mengatakan bahwa perkara pengabulan doa tidak pernah menggelisahkan hatinya, karena Allah telah menjanjikan pengabulan, sedangkan Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya.

Yang menjadi perhatiannya adalah doa itu sendiri, karena (agar menjadi doa yang diterima) memerlukan kesucian hati, kejernihan jiwa dan selalu berada dalam koridor Ilahi serta tidak menuruti hawa nafsu dan keinginan setan. Ini semua tidak akan terwujud kecuali pada orang-orang yang telah mendapatkan keridhaan Allah dan mereka pun ridha terhadap-Nya.

Ketika seorang muslim yang telah ikhlas dalam beribadah kepada Allah, selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal shalih, pastilah muslim tersebut akan naik ke derajat Al-Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah) yang doa mereka selalu terkabulkan.

Sebagai seorang muslim kita wajib untuk selalu melakukan perintah Allah, selalu menyambut seruan-Nya dalam keadaan duka maupun suka, saat rajin atau pun malas, saat sakit maupun sehat, hingga kita mendapatkan keberuntungan dengan pemeliharaan dan ridha dari-Nya, serta doa kita menjadi doa yang selalu terkabulkan. Nabi Muhammad saw juga memberitahukan kepada kita bahwa diantara doa mustajab itu adalah :

  • doa orang tua kepada anaknya,
  • doa orang yang puasa sampai dia berbuka , doa orang yang berhaji sampai
  • doa orang yang berhaji sampai dia pulang ke kampung halamannya
  • doa orang yang musafir (bepergian) sampai dia kembali,
  • doa orang yang terdzalimi dan doa imam/pemimpin yang adil
  • doa seorang muslim kepada saudaranya yang muslim yang saling berjauhan.

Leave a Reply