BAGI yang suka berziarah ke makam-makam Wali Songo, pasti akan kenal dengan Masjid Sunan Ampel, Surabaya.

Setiap yang ingin berziarah ke makam salah satu penyebar agama Islam di Jawa ini, orang terlebih dalu harus melintasi ruas samping masjid ini. Makam Wali Songo terletak di belakang masjid, sekitar lima meter dari mimbar Masjid Sunan Ampel.

Masjid Sunan Ampel dibangun pada 1450 M oleh Raden Rahmatullah, yang lebih dikenal Sunan Ampel. Ia membangun masjid tersebut setelah mendirikan pesantren di Kembangkuning, serta usai mendapat restu dari Raja Majapahit untuk tinggal dan berdakwah Islam di daerah Surabaya dan sekitarnya.




Bangunan masjid ini aslinya hanya seluas kurang dari 2.069 meter persegi. Namun sekarang bangunan telah diperluas dan direnovasi pada beberapa ruas kompleks masjid ini.

Perluasan pertama dilakukan Adipati Arya Cokronegoro, kemudian perluasan kembali dilakukan oleh Adipati Regent Raden Aryo Niti Adiningrat pada 1926.

Kendati di sana-sini terdapat tambahan, bentuk asli tetap dipelihara. Ketika Anda hendak memasuki kompleks Masjid Sunan Ampel, dari jauh melalui lorong Jalan Sasak, tampak megah terlihat sebuah bangunan tembok besar menjulang tinggi mirip dengan Kori Agung, Bangunan Hindu Bali.

Pintu gebang terluar masjid yang juga terletak di Jalan Sasak, bentuknya mirip bangunan Padureksa (Hindu). Sebelum pemukiman penduduk kian menyumbat di sekitarnya, bangunan menjulang tinggi mirip Kori Agung itu begitu terlihat mempesona. Namun sekarang, pesona bangunan alkulturasi Islam dan Hindu ini menjadi tenggelam.

Bangunan utama Masjid Ampel berbentuk tajug tumpang dua dengan konstruksi kayu beratap genteng. Dalam bangunan induk, juga terdapat menara yang menjulang tinggi ke atas. Pada puncaknya terdapat konstruksi atap berbentuk payung. Di sekeliling bangunan induk, terdapat bangunan serambi yang menurut keterangan juga hasil perluasan bangunan yang pertama kali.

Namun di bangunan induk masjid ini pula, dahulu menurut cerita Sunan Ampel menggembleng ilmu keagamaan murid-murid kenamaannya seperti Sunan Bonang, Sunan Drajat, dan Sunan Giri sebelum mereka semua melakukan siar agama dan berpredikat sunan.

Masjid Ampel ini persisnya berada di kampung Ampel Dento, yang kini masuk kawasan wilayah Surabaya Utara, suatu daerah yang merupakan bagian yang oleh masyarakat setempat dijuluki sebagai ‘Kota Lama’ (Down Town). Untuk masuk komplek Masjid Ampel, dapat dicapai melalui Jalan KH Mas Mansur dan Jalan Nyamplungan. Dari dua jalan itu dapat dicapai Jalan Sasak, suatu gang yang akan mengantarkan kita ke Masjid Ampel. []