Wanita adalah makhluk yang memiliki tempat yang sangat penting dan kedudukannya begitu dimuliakan Allah swt.  Seperti yang kita ketahui betapa Allah sangat menyayangi kaum wanita, sampai-sampai terdapat surah tentang wanita dalam Al-Quran, yakni An-Nisa.

Tetapi ingat, kedudukan mulia di sisi Allah swt tentu saja berlaku untuk wanita yang  menjaga diri dan keluarganya. Karena selain memiliki kedudukan yang mulia disisi Allah swt, ternyata Allah menitipkan tanggung jawab yang begitu besar pada wanita.

Tanggung jawab ini termasuk atas setiap bagian dari tubuh wanita. Tak jarang wanita lupa bahwa beberapa bagian tubuh mereka jika tak dijaga dengan baik, akan menimbulkan dosa. Misalnya saja kepala. Setidaknya ada 4 dosa yang berasal dari kepala wanita, antara lain adalah:




1. Tidak Berjilbab atau Berhijab

Dosa pertama yang berasala dari kepala wanina adalah tidak mengenakan hijab. Seorang wanita muslimah yang tidak menutup auratnya dengan mengenakan hijab berarti wanita tersebut telah melakukan dosa karena telah melanggar perintah Allah swt.

Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya” (QS. An-Nur[24]: 31)

Karena menutup aurat menjadi kewajiban setiap kaum muslimah. Seorang wanita hanya boleh memperlihatkan auratnya di hadapan orang yang menjadi muhrimnya saja. Lebih dari itu, perbuatan tersebut sudah terhitung sebagai dosa. Adapun aurat wanita itu seluruh badan kecuali telapak tangan dan bagian wajah.

Dari sini kita ketahui bahwa bagian kepala wanita juga merupakan aurat yang harus ditutup. Cara menutupnya adalah dengan menggunakan hijab. Seperti firman Allah SWT,  “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Berhijab juga harus mengikuti tuntunan agama agar jangan sampai kita masuk dalam golongan orang yang berhijab, namun seperti telanjang. Maksudnya adalah menggunakan jilbab dan pakaian muslimah namun tidak memenuhi syarat dalam Islam, seperti tidak ketat, tidak menerawang, dan tidak memperlihatkan bagian dada. Sayangnya, model pakaian dan hijab seperti itu pula yang saat ini sedang marak di kalangan kaum hawa.

Rasulullah SAW telah memperingatkan tentang hal itu kepada wanita dalam sebuah hadits:

Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim dan Ahmad)

1 2 3 4