Surat Al-Fatihah begitu diagungkan dan mempunyai tempat tersendiri bagi kita yang mengamalkan surat ini. Rasul Allah pun bersikap demikian. Beliau mengagungkan kedudukan surat Al-Fatihah. Beliau bersabda,

Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca didalam shalatnya surat Al-Fatihah (dan seterusnya).” (HR.Buhkari, Muslim, Abu Uwanah, Baihaqi)

Didalam riwayat lain disebutkan, “ Tidak cukup (tidak sah) shalat yang mana seseorang tidak membaca surat Al-Fatihah di dalamnya.” (HR.Daruquthni dan dinyatakan shahih. Ibnu Hibban di dalam kitab Shahihnya)




Dan satu kali beliau bersabda, “Barangsiapa mendirikan suatu shalat didalamnya ia tidak membaca surat Al-Fatihah maka shalat itu kurang, shalat itu kurang, shalat itu kurang, tidak sempurna.” (HR.Muslim dan Abu Uwanah)

Nabi Muhammad saw bersabda, “ Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ” Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian : setengah untuk-Ku dan setengah untuk hamba-Ku, dan untuk hamba – Ku apa yang dia minta.” Rasulullah bersabda,

Bacalah oleh kalian, “Hamba berkata, “Segala puji hanya milik Allah.” Allah ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.” Hamba berkata, ” Yang Maha pengasih lagi maha penyayang.” Allah berfirman, “Hamba ku menyanjung-Ku.” Hamba berkata, “Pemilik hari pembalasan.” Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Hamba berkata, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” Allah berfirman, ” Ini terbagi antara diri-Ku dan hamba-Ku. Dan untuk hamba-Ku apa yang dia minta.” Hamba berkata, “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” Allah berfirman, “Semua itu untuk hamba-Ku. Dan untuk hamba-Ku apa yang dia minta.”  (HR.Muslim, Abu Uwanah, dan Malik)

Nabi Muhammad saw bersabda, ” Allah tidak menurunkan didalam Taurat juga di dalam Injil seperti Ummul Qur’an, itulah as-sab’u al-matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang), (dan Al-Quran Al Azhim yang diturunkan kepadaku).” (HR.Nasa’i dan Hakim yang menyatakan keshahihannya dan disetujui oleh Dzahabi.)

Beliau juga memerintahkan ‘orang yang tergesa-gesa dalam shalatnya’ untuk membaca surat Al-Fatihah di dalam shalatnya. (HR.Bukhari)

Beliay bersabda kepada orang yang belum bisa menghafalnya, “ Bacalah : Maha suci Allah, segala puji hanya milik Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah maha besar, tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah.” (HR. Abu Daud, Ibnu Khuzaimah, 1/80/2, Hakim, Thabrani, Ibnu Hibban, dia dan Hakim menyatakan keshahihannya dan disetujui oleh Dzahabi. Ditakhrij di dalam Al-Irwa,’303)

Beliau bersabda kepada ‘orang yang tergesa-gesa dalam shalatnya’, ” Apabila kamu mempunyai hafalan Al-Quran maka bacalah. Jika tidak maka bacalah tahmid, takbir dan tahlil kepada Allah. (HR.Abu Daud dan Tirmidzi yang menyatakan hasan, sanadnya shahih. Shahih Abu Daud, 8-7)

 

oleh: Chairunnisa Dhiee