Bila niat ikhlas tidak saja menentukan diterimanya suatu amal, namun juga bisa melipatgandakan pahala, tentu ikhlas adalah ajaran yang sangat penting. Bahkan Syekh Ibnu Taymiyah menyebutnya sebagai inti ajaran Islam. Marilah simak keterangan beliau dalam salah satu bab pada kitab al-Tuhfah al-‘Iraqiyyah fi al-A’mal al- Qalbiyah.

Kesungguhan dan keikhlasan adalah wujud keimanan dan karakter orang-orang yang beriman. Pada dasarnya penganut agama Islam terbagi dua, yaitu orang mukmin dan munafik. Keduanya dibedakan oleh kesungguhan, sebab dasar kemunafikan adalah kepura-puraan. Allah menyandingkan hakikat iman dengan kesungguhan, sebagaimana Firman Allah berikut ini:

Para fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan rida-Nya, dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah orang-orang yang sungguh-sungguh.”(QS. Al-Hasyr[59] : 8)




Ayat ini mengukuhkan bahwa orang yang benar-benar beriman adalah mukmin yang tidak sedikit pun disergap rasa ragu, kemudian berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Inilah janji yang diambil Allah dari semua orang sejak dulu hingga sekarang.

Allah berfirman:

Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Sungguh apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Allah berfirman, “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.”  (QS. Ali Imran[3] : 81)

Allah menandaskan telah menurunkan Kitab, neraca, dan besi untuk menegakkan keadilan, supaya Dia tahu orang yang menolong-Nya, juga yang membantu para utusan-Nya. Maka, agama bisa tegak dengan Kitab yang mengandung petunjuk dan senjata yang memberikan pertolongan. Dan cukuplah Allah sebagai Penunjuk dan Penolong.

Allah berfirman : Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan Rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”  (QS Al-Hadid[57] : 25)

sumber: buku “Ikhlas tanpa Batas”

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee