Seringkali sebuah diskusi berubah menjadi perseteruan yang panas di antara individu yang terlibat. Biasanya ketika mereka mengkritik kesalahan orang lain dengan cara yang keliru, atau sebaliknya, ketika mereka tidak mau menerima kritik dari orang lain. Untuk menghindari situasi yang seperti ini, ada beberapa nasihat yang perlu kita ingat dalam bagaimana kita memberi dan menghadapi kritik, sebagaimana dilansir dari productivemuslim.com.

Memberi kritik yang membangun

>> Niat




Jika disertakan dengan niat yang benar, kritik dapat menjadi hal yang bermanfaat bagi seseorang, yaitu sebuah kebutuhan untuk seorang manusia agar bertumbuh dan berkembang. Jika kita tidak membawa niat perubahan positif bagi seseorang yang ingin kita kritik, lebih baik hindari karena hanya akan menjadi hal yang sia-sia.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya termasuk orang yang paling kucintai di antara kamu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik akhlaqnya di antara kamu. Dan sesungguhnya orang yang paling kubenci di antara kamu dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang banyak bicara, orang yang senang mengejek orang lain, dan orang yang berbicara sombong.” (HR Tirmidzi)

>> Berbicara dengan lembut

Jangan menghina seseorang yang ingin kita kritisi, sebaliknya berbicaralah kepadanya dengan lembut sehingga kita bisa menghindari perselisihan dengan seseorang tersebut. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Kita harus menghindari hal yang sia-sia, sehingga sebaliknya, berbicaralah kepada orang lain dengan kalimat yang baik dan lembut. Allah Swt berfirman, “Dan (ingatlah, ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (QS. Al Baqarah [2]: 83)

>> Tidak membangga-banggakan diri sendiri

Saat mengoreksi kesahalan orang lain, kita bisa saja terjebak dengan membangga-bangga dirikan diri sendiri. Bercerita tentang pencapaian yang kita peroleh atau kelebihan yang kita miliki, sehingga kita cenderung merendahkan seseorang tersebut. Astaghfirullah. Padahal memberi kritik kepada orang lain bukanlah tentang diri kita, melainkan cara kita membantu orang lain untuk memperbaiki diri.

Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman [31]: 18)

1 2 3