Bagaimana bisa seorang ahli maksiat dapat memperoleh surga? Namun, mengapa tidak? Meskipun ini juga tidak bisa kita cerna begitu saja. Akan ada penjelasan yang dapat kita pahami dengan baik mengapa hal tersebut bisa saja terjadi. Satu hal yang perlu kita mengerti, masuk tidaknya seseorang ke dalam surga sungguhlah misteri. Ini merupakan hak preogratif Allah Swt sebagai Maha Pencipta dari seluruh alam dan isinya.

Pada suatu hari ada seseorang yang datang menghadap kepada Rasulullah. Ia bernama Mudznib. “Aku telah melakukan dosa besar, ya Rasulullah! Aku sangat takut membayangkan siksaku kelak,” ucap Mudznib.

Sebelum Mudznib menampakkan wajahnya di hadapan Rasulullah, Umar bin Khattab datang terlebih dahulu. Ia mendatangi Rasulullah sambil menangis dan menceritakan kondisi Mudznib yang memprihatinkan dan membuatnya pilu. Rasulullah kemudian berkata, “Sebaiknya bawa ia kemari.”




Umar menurut dan menyusul Mudznib untuk membawanya masuk ke rumah Rasulullah. “Perkenalkan dirimu,” ucap Umar bin Khattab. Pemuda itu pun kemudian memperkenalkan diri. “Namaku Mudznib ya Rasulullah.” Wajah pemuda bernama Mudznib itu tampak begitu sedih, sehingga Rasulullah bertanya, “Sebenarnya apa yang terjadi?”

Mudznib menjawab terbata. “Aku telah melakukan dosa besar, ya Rasulullah. Aku sungguh begitu takut membayangkan bagaimana aku akan disiksa di akhirat nanti.”

“Apakah kau menyekutukan Allah?” tanya Rasulullah kepada Mudznib.

“Tidak. Aku juga tidak membunuh seseorang,” jawab Mudznib terisak. “Namun dosaku ini lebih besar dari langit, bumi, dan gunung di seluruh muka bumi.”

“Apakah dosamu lebih besar dari kekuasaan Allah.”

Mudznib tertunduk. “Bahkan dosaku lebih besar lagi.”

“Apakah dosamu itu lebih besar dari Arsy’ Allah?”

“Benar. Dosaku lebih besar dari Arsy’ Allah, ya Rasulullah!”

“Bolehkah aku tahu apa dosamu, wahai Mudznib?”

1 2