Dosa Jariyah, Tetap Mengalir Walau Kita Telah Meninggal




Kematian adalah sesuatu yang misterius. Namun, keberadaannya adalah kepastian. Maka dari itu, kita harus menyiapkan diri dengan bekal yang banyak melalui amalan-amalan saleh yang di sukai Allah swt. Sayangnya, banyak dari kita yang tak banyak mengingat sesuatu yang pasti ini. Kita malah sering terlena dengan gemerlap dunia yang singkat. Terlebih lagi kita sering acuh dengan perbuatan dosa atau lebih mengerikan lagi bisa jadi kita terjebak pada perbuatan yang dosanya tetap mengalir meskipun kita telah tiada (dosa jariyah). 

Sesungguhnya, ada dua dosa yang tetap mengalir walaupun kita telah meninggal, diantaranya adalah

1. Dosa pelopor maksiat




Dosa jariyah yang pertama adalah dosanya para pelopor kemaksiatan. Maksudnya adalah dosa dari orang yang mengawali suatu perbuatan maksiat sebagai akibat dari diikutinya perbuatan dosa tersebut oleh orang lain. Jika perbuatan dosa kita diikuti oleh orang lain, baik karena kita mengajaknya secara langsung ataupun tanpa mengajak, maka kita pun akan mendapatkan dosa. Rasulullah saw telah memperingatkan tentang persoalan ini. 

Diriwayatkan dari Jarir bin Abdillah ra, Nabi saw bersabda, “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun (dan tanpa) mengurangi dosa mereka (yang mengikuti).” (HR Muslim)

Seseorang yang menjadi pelopor  maksiat bisa jadi sama sekali tidak mengajak orang di sekitarnya untuk berbuat maksiat serupa dengan yang ia lakukan.  Dan, seseorang  itu juga mungkin tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun seseorang tetap dianggap sebagai pelopor maksiat, jika karena perbuatannya tersebut, berhasil menginsipirasi orang lain untuk melakukan maksiat serupa.

Inilah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di dunia ini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Lantas bagaimana dosa yang akan ditanggung oleh pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya yang ada disekeliling kita. Sebagai pelopor, maka dosa mereka  ini akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

Leave a Reply