“Di akhir zaman nanti akan ada orang yang menyemir rambut dengan warna hitam, seperti tembolok merpati, mereka tidak akan mencium bau surga.”( HR. Ahmad )

Zaman sekarang di era globalisasi ini, ditengah kehidupan yang serba instan dan serba mudah mendapatkan apapun yang sedang kita perlukan, peradaban dan budaya barat telah menjadi kiblat kehidupan beberapa orang dari saudara kita. Imbasnya adalah berubahnya gaya hidup manusia yang sangat cukup drastis.

Misalnya saja, orang tua yang merasa bahwa masa kecilnya ( atau masa mudanya) belum pernah merasakan sebagaimana yang dirasakan oleh manusia hari ini membuat mereka, para orang tua iri. Memang tidak semua orang tua yang bersikap demikian, namun hampir kebanyakan. Mereka merasa banyak hal yang belum pernah dicicipinya, namun sudah dirasakan oleh anak dan cucunya.




Mari kita lihat dunia permainan anak. Anak-anak seusia TK dan SD sudah sangat lihai menggerakkan tangannya memegang mouse. Jari lentiknya teramat lincah menari-nari di papan keyboard, tools-tools berbahasa asing yang kemungkinan besar tidak dipahami artinya namun sudah dimengerti fungsinya. Sebuah pemandangan yang kadang membuat banyak orang tua terheran-heran dengan kehebatan anak-anak kecil zaman sekarang ini.

Rasa bersalah karena telah terlahir di zaman baheula itu telah mendorong sebagian mereka (orang tua) melakukan balas dendam dengan menebus masa kecil atau masa mudanya yang dianggap tidak seindah anak-anak sekarang. Atas nama tidak ingin tertinggal dengan zaman, lebih gaul dan mengikuti perkembangan, ada sebagian mereka yang kemudian melakukan hal-hal yang terlarang. Salah satunya adalah sebagaimana yang disebutkan dalam nubuwat Rasulullah saw, sebagai berikut :

Di akhir zaman nanti akan ada orang yang menyemir rambut dengan warna hitam, seperti tembolok merpati, mereka tidak akan mencium bau surga. (HR Ahmad)

Fenomena ini begitu nyata di awal abad ke 21. Dimana munculnya show berbagai gaya dan mode rambut dibarat juga telah dikonsumsi oleh para penduduk timur, dan korban terbesar meniru gaya dan mode rambut mereka adalah orang Islam sendiri.

Hadits di atas menggambarkan perilaku sebagian manusia yang membuat jenggotnya seperti keadaan tembolok merpati, mereka mencukur cambang sambil menyisakan sedikit rambut di janggutnya, kemudian menyemirnya dengan warna hitam, sehingga menjadi seperti merpati.

Rasulullah saw telah melarang tindakan Abu Quhafah, pada saat penaklukan Mekah, kepalanya putih seperti Tsuqhamah ( tanaman yang sangat putih ), beliau bersabda : “Ubahlah rambutmu dengan mewarnainya, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR.Muslim)

Kedudukan wanita dalam hal ini sama dengan pria, tidak mengapa jika ia mewarnai rambutnya dengan warna kuning atau merah, tetapi tidak boleh mewarnainya dengan warna hitam. Namun, dalam hal ini niat akan menentukan hukum boleh atau tidaknya seseorang merubah rambutnya dengan semir merah atau kuning.

Jika ia adalah seorang pemuda yang memiliki rambut hitam, lalu ia ingin merubahnya dengan tujuan agar lebih menarik sebagaimana para selebrita / turis, maka yang demikian termasuk yang dilarang. Sebab perbuatan tersebut merupakan sikap tasyabbuh / meniru gaya rambut dan corak orang kafir / jahiliyah.

Sedang menyemir rambut dengan warna merah atau kuning menjadi boleh manakala seseorang merasa belum pantas untuk beruban, atau seorang pemuda yang rambutnya sudah memutih, maka dia diizinkan untuk menyemir rambutnya dengan warna merah atau kuning. Sebaliknya, jangan menyemir uban ( khususnya bagi para orang tua) dengan warna hitam, karena merupakan tindakan penipuan yang tidak dibolehkan.

Rasulullah saw telah melarang tindakan mencukur jenggot. Tidak ada riwayat yang disampaikan bahwa beliau pernah memotong jenggotnya atau cambangnya, kecuali apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu ‘Umar : “Sesungguhnya, bila beliau melakukan umrah, maka beliau memotong jenggotnya yang melebihi genggamannya.”

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee ( sumber buku ‘Kita Berada di Akhir Zaman’ )