Agar menjadi pribadi yang produktif dan dinamis di segala aspek, setiap muslim harus menjaga pikirannya tetap positif dan menghindarkannya dari pikiran negatif. Pikiran yang positif akan mendorong kita untuk proaktif dan senantiasa produktif dalam menjalankan segala aktivitas, baik kegiatan ibadah maupun lainnya. Jika pikiran positif menghilang dari benak kita, maka pikiran negatiflah yang muncul. Tidak jarang akhirnya kita tidak bersyukur, tidak menyayangi diri sendiri, dan tidak memiliki harapan. Tapi jika yang terjadi adalah sebaiknya, pikiran  positif akan membuat seseorang untuk selalu berantusias melakukan segala sesuatu.

Ada yang disebut dengan self-talk, yang secara sederhana dapat diartikan sebagai bentuk komunikasi seseorang kepada dirinya sendiri. Self-talk terbagi menjadi dua, yaitu self-talk positif dan self-talk negatif. Banyak orang yang mengeluh ketika menjalani sebuah proses, seringkali mereka kemudian berhenti di tengah jalan. Padahal mereka mulai mewujudkan setiap rencana yang dilakukan, tetapi mereka mendadak berhenti di tengah jalan saat tujuan belum tercapai. Tidak jarang yang menjadi penyebab dari hal tersebut adalah pikiran negatif, yang tidak lain bentuk dari self-talk negatif yang kita lakukan sendiri.

Sebagian besar dari kita memang pernah atau bahkan sering mengalaminya, melakukan self-talk negatif. Dan pada faktanya apa yang kita lakukan tersebut lebih sering dari apa yang kita sadari. Self-talk negatif sesungguhnya telah memberikan batasan kepada diri kita, menguras energi kita, dan alih-alih bersemangat mengerjakan sesuatu kita pun justru menyerah pada keadaan. Salah satu rahasia agar kita menjadi muslim yang produktif adalah dengan mengusir pergi pikiran negatif dan mengubahnya menjadi pikiran positif setiap kali ia datang menghampiri. Yakinlah, di balik pikiran negatif ada diri kita yang lebih bahagia, sukses, dan produktif tengah menunggu.




Dari manakah pikiran negatif berasal?

Pertama dan utama, pikiran negatif sesungguhnya datang dari syaitan. Mereka adalah musuh manusia, dan percaya atau tidak, syaitan selalu menunda atau membuat usaha seorang manusia berputar-putar. Mereka mengurung kita, sehingga kita akan menjumpai berbagai alasan mengapa kita tidak bisa berbuat atau mencapai sesuatu. Syaitan selalu menemukan cara untuk ‘menyabotase’ manusia dari tujuannya.

Kedua, selalu menghakimi diri sendiri juga merupakan asal dari pikiran negatif yang muncul dalam diri kita. Self-talk muncul karena kita kerap menghakimi diri sendiri dan orang lain, entah kita mengenalnya atau tidak. Kita menghakimi siapa saja, mulai dari presiden, tetangga, atau seseorang yang sekedar lewat di depan kita. Kita pun berlanjut menghakimi dan mengkritik diri sendiri (saya tidak terlalu cakap, saya tidak pernah sukses, saya membenci kehidupan saya). Hal tersebut akhirnya menjadi kebiasaan yang tanpa kita sadari sering kita lakukan.

Sekarang kita harus mulai mengendalikannya. Lalu, berhenti melakukannya.

Ada begitu banyak hal dan mimpi yang ingin kita wujudkan dalam hidup, namun tidak bisa dipungkiri bahwa seringkali pikiran negatif yang tertanam dalam benak kita menghalanginya dan membuat kita berpaling dari upaya yang seharusnya kita lakukan. Namun ini juga bukan sesuatu yang perlu kita cemaskan dengan berlebihan karena ada cara yang bisa kita perjuangkan untuk mengisi ruang-ruang tubuh kita dengan pikiran positif. Cara tersebut pun mungkin dan tidak sulit untuk dilakukan.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa kita terapkan untuk melawan pikiran negatif, sebagaimana dilansir melalui halaman Productive Muslim.

1 2