Perhatian terhadap Remaja Putri




Mari kita perhatikan pemandangan di sekeliling kita, lalu temukan sudut-sudut di mana kita bisa melihat para remaja putri. Di mana mereka senang berkumpul? Apa yang mereka lakukan? Topik apa yang mereka perbincangkan?

Atau mungkin kita memiliki anggota keluarga yang masih remaja. Cobalah perhatikan hal-hal seperti apa yang mereka gemari. Apa saja yang mereka koleksi? Bagaimana mereka menghabiskan sebagian besar waktunya?

Sungguh bersyukur jika remaja putri yang kita miliki tumbuh di lingkungan yang baik, memperoleh pendidikan yang memadai, dan gemar meramaikan masjid atau mushola baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Insya Allah kita masih bisa menemukan pemandangan seperti ini. Namun, apakah lebih banyak yang gemar mendatangi masjid dibandingkan mayoritas yang menjadi fenomena.




Tampaknya kita lebih banyak menemukan pemandangan yang sebaliknya. Para remaja putri lebih senang nongkrong di kafe-kafe, mall, bioskop, atau acara musik. Apa yang mereka gemari pun tidak jauh dari hal-hal tersebut. Aktor tampan yang sedang popular, fashion yang trendi, grup band, serta lagu-lagu pop yang bertemakan cinta.

Bagi remaja yang sudah mengetahui kapan waktu bermain, kapan waktu belajar, dan kapan waktu beribadah, tentunya tidak baik jika sebagai besar waktu mereka dihabiskan untuk nongkrong dan bermain. Ali bin Abi Thallib pernah berkata, “Bumbuilah pembicaraan (permainan), sebagaimana engkau membubuhkan garam pada makanan.”

Begitulah seharusnya posi permainan dalam hidup ini; seperti garam dalam makanan: tidak boleh berlebihan. Apabila para remaja putri menghabiskan waktunya dengan bermain, apa yang terjadi dengan mereka sepuluh atau dua puluh tahun ke depan? Apakah mereka dapat menjadi pribadi yang siap diamanahi putra-putri dan mendidiknya? Apakah mereka akan menjadi penggerak-penggerak yang positif dalam kehidupan masyarakat. Memang, dunia berubah dan selalu ada kesempatan untuk seseorang berubah menjadi lebih baik. Namun, kembali kepada fakta bahwa masa remaja adalah masa di mana seseorang sangat terbuka dengan berbagai pengaruh. Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati.

Kita memiliki jalan yang lurus, jangan sampai kita membiarkan para remaja putri untuk selalu bersenang-senang atas nama kreativitas dan pengalaman dengan dalih mumpung masih muda. Mereka adalah bibit-bibit yang akan membawa kemajuan di masa depan, sehingga sudah selayaknya mereka diarahkan ke jalan yang benar sejak muda. Jangan sampai mereka terbawa dan hanyut oleh arus yang keliru. Sesungguhnya kita punya kewajiban untuk saling menjaga, sebagaiman Allah Swt menyampaikan dalam sebuah ayat di Al Quran.

Jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan bebatuan.” (QS. At Tahrim [66]: 6)

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan, akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha [20]: 132)

Allahua’lam bishawwab…

 

Oleh: An Nisaa Gettar

Leave a Reply