Semangat Menghadiri Majelis Ilmu




Tidak bisa dipungkiri bahwa iman dalam diri kita naik turun. Bahkan seorang ulama yang memiliki ilmu tinggi dan mendalam pun mengalaminya. Kondisi ini melahirkan sifat naluriah manusia untuk selalu diisi ulang kebutuhan ruhiyahnya.

Dalam sebuah buku, kondisi ini diibaratkan seperti mobil yang membutuhkan pergi ke pom bensin untuk isi ulang bahan bakar. Misalnya kita sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, dengan jarak kurang lebih 769 km. Jika kita menempuh perjalanan dengan menggunakan mobil, tentu kita akan beberapa kali isi ulang bahan bakar agar bisa sampai ke tujuan. Pun dengan kita, siapapun yang sungguh ingin, menempuh perjalanan ke surga, tentu perlu untuk mengisi ulang bahan bakar, alias menghadiri majelis ilmu.

Sesungguhnya salah satu nikmat yang sering kita lupakan adalah nikmat waktu. Kita sering menghabiskan waktu yang ada dengan melakukan hal-hal tak berguna, atau bahkan merugikan. Padahal akan sangat jauh lebih baik jika kita melewatkan waktu yang dimiliki dengan hadir di majelis ilmu. Menghadiri majelis ilmu akan menambah ilmu, amal baik, keimanan, dan ketakwaan kita terhadap Allah Swt.




Seorang muslim tidak akan melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali dengan belajar Islam yang berdasarkan Al Quran dan As-Sunnah. Agama Islam adalah agama ilmu dan amal, karena Rasulullah Saw diutus dengan membawa ilmu dan amal shalih. Allah Swt berfirman,

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al Fath [48]: 28)

Kata ‘petunjuk’ pada ayat tersebut bermaksud ilmu yang bermanfaat. Sementara yang dimaksud dengan ‘agama yang haq’ (agama yang benar) adalah amal shalih. Kita tidak bisa menyatakan keislaman kita hanya dengan sekedar berkata ‘aku seorang muslim’. Lebih daru itu sudah seharusnya kita memahami Islam dan mengamalkan apa yang telah kita pahami.

Rasulullah Saw bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR Ibnu Majah).

Menuntut ilmu adalah sebuah kemuliaan serta memiliki kedudukan yang tinggi.

Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58]: 11)

Jika kita merenungkan ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut, maka sudah sewajarnya kita memiliki itikad dan semangat yang menggelora untuk hadir di majelis ilmu. Pernah dikisahkan bahwa dulu saat Rasulullah Saw berdakwah di Madinah, beliau sering mengadakan majelis ilmu di mana beliau sendiri yang mengisinya. Kala itu para sahabat selalu berlomba-lomba untuk datang ke tempat agar bisa memperoleh tempat terbaik. Sungguh sikap yang sangat patut untuk kita teladani. Mereka haus ilmu dan menjadi sosok yang terdepan di dalam majelis ilmu.

Semoga kita senantiasa bisa meneladani kisah baik para sahabat tersebut. Aamiin.

Allahua’lam bisshawwab…

 

oleh: An Nisaa Gettar

Leave a Reply