Lebih dari tiga puluh malaikat telah mengelilinginya dan di antara mereka ada yang naik ke atas karena bacaan tersebut.” (HR.Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Hadits yang diriwayatkan Tirmidzi menyebutkan, “ Menguap ketika shalat adalah dari setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, tahanlah semampunya.”

Hal ini tentu sering kita alami selama melaksanakan shalat. Dalam shalat terkadang ada saja gangguan yang mengusik, termasuk menguap. Namun, jika kita ingin bersin ketika sedang shalat, diutamakan untuk tidak menahannya. Kita dianjurkan untuk mengiring bersin tersebut dengan kalimat tahmid. Hal ini pernah terjadi pada zaman sahabat,dan diriwayatkan oleh Rifa’ah bin Rafi’ ra, ia berkata,




Aku pernah shalat di belakang Rasulullah saw. Tiba-tiba aku bersin. Lalu aku berkata, ‘Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih, mubaarakan ‘alaih kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa’ (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan diberkahi di dalamnya sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Tuhan kami). Ketika Rasulullah saw, selesai shalat, beliau bertanya,”Siapa yang tadi berbicara di dalam shalat?” Tidak ada seorang pun yang menjawab. Rasulullah saw, bertanya untuk kedua kalinya, “Siapa yang tadi berbicara di dalam shalat?” Rifa’ah menjawab, “Saya ya Rasulullah!” Lalu Rasulullah saw, bersabda,’Demi diriku yang berada di tangan-Nya, lebih dari tiga puluh malaikat telah mengelilinginya, dan diantara mereka ada yang naik ke atas karena bacaan tersebut.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Beberapa ulama menyebutkan, setiap kali selesai bersin baik itu diluar shalat maupun saat sedang shalat wajib ataupun sunah, dianjurkan untuk bertahmid (memuji Allah) dengan suara yang tidak mengganggu jemaah lain, atau sebatas didengar oleh diri kita sendiri.

Sementara Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan bahwa sunah hukumnya orang yang bersin ketika sedang shalat untuk membaca alhamdulillah dan shalatnya tidak menjadi batal.  Imam Tirmidzi dalam kitab Sunan nya mengatakan, “Akan tetapi jumhur tabiin berpendapat, bacaan alhamdulillah bagi yang bersin ketika sedang shalat boleh dikeraskan apabila dalam shalat sunah. Sementara dalam shalat wajib, hendaklah kita membaca alhamdulillah tadi cukup di dalam hati saja (tidak dikeraskan).

Lalu, apakah saat shalat orang lain boleh menjawab bacaan bersin kita?

Rasulullah saw bersabda tentang hal ini, “Apabila seseorang bersin, ucapkanlah alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dan orang yang ada di dekatnya hendaklah mengucapkan yarhamukallah (semoga Allah selalu melindungi kamu). Kemudian orang yang bersin tadi hendaklah menjawabnya dengan membaca yahdiikumullah wa yushlih baalakum (semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu, juga memperbaiki keadaanmu).” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim)

Jumhur ulama berpendapat bahwa tasymit (mengucapkan yarhamukallah) kepada orang yang bersin hanya dibaca diluar shalat (termasuk penjelasan hadits di atas). Ketika kita sedang shalat, tidak diperbolehkan karena dalam shalat kita berarti sedang berkomunikasi hanya kepada Allah swt. Jika kita mengucapkannya, shalat kita menjadi batal.

 

oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku “200 Amalan Berpahala Dahsyat”)