Asmaul Husna, Yuk Kita Hapalkan dan Amalkan




“Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu (asmaul husna). Barangsiapa menghafalnya, masuklah ia ke surga.” 

(HR. Bukhari dan Muslim)

Asma berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah. Asmaul husna adalah nama-nama milik Allah yang baik lagi indah. Secara harfiah, Asmaul Husna adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah swt yang baik dan agung sesuai sifat-sifat-Nya.

Allah swt adalah Zat yang Maha Sempurna sehingga tidak ada seorang pun mampu membatasi pujian yang pantas bagi kemuliaan-Nya. Rasulullah saw menggambarkan hal ini dalam sebuah hadits, “Aku tidak mampu menghitung/membatasi pujian dan sanjungan terhadap-Mu. Engkau adalah sebagaimana (pujian dan sanjungan) yang Engkau peruntukkan bagi diri-Mu.” (HR.Muslim)




Ibnu Qayyim menyampaikan bahwa memahami Asmaul Husna, mengetahui nama-nama Allah, dan menghafalnya adalah dasar dari segala ilmu. Siapa yang telah hafal nama-nama-Nya dengan benar, berarti telah memahami seluruh ilmu karena menghafal nama-nama-Nya merupakan dasar untuk menghafal segala macam maklumat. Segala macam ilmu tersebut akan terwujud setelah memahami al-Asma’ al-Husna dan bertawassul dengannya.

Rasulullah saw sering menggunakan asma-Nya tersebut dalam doa-doa beliau. Rasulullah saw pernah berdoa, “Aku meminta kepada-Mu dengan perantara semua nama-Mu, yang Engkau gunakan untuk menamakan diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang diantara makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam sebagai rahasia di sisi-Mu.” (HR.Ahmad dan Ibnu Hibban)

Menurut kalangan ulama, Asmaul Husna terdiri atas 99 nama Allah swt, meskipun banyak pendapat mengatakan lebih dari itu. Namun, paling tidak kaum muslimin mengetahui nama-nama Allah yang diriwayatkan dalam Al-Quran dan hadits, serta menerapkan kemuliaan nama-nama Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan menghafal dan mengamalka Asmaul Husna juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa menghafalnya, masuklah dia ke surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menghafal yang dimaksud dalam hadits tersebut bukan sekadar menghafal teksnya, melainkan merenungkan serta mengamalkannya dalam kehidupan. Misalnya Ar-Rahman yang berarti Yang

Maha Pemberi (Pemurah). Dalam menghayati makna tersebut, kita hendaknya juga mampu bersikap pengasih dan pemurah terhadap sesama serta gemar menolong dan meringankan beban orang lain.

As-shabuur, berarti Maha Penyabar. Hendaknya kita mampu bersabar dalam menghadapi cobaan hidup, bersabar untuk tidak berbuat maksiat, serta kesabaran yang bersifat makruf lainnya.

 

oleh : Chairunnisa Dhiee 

(sumber: buku “200 Amalan Sholeh Berpahala Dahsyat”)

Leave a Reply