Sejarah Arsitektur Masjid di Berbagai Wilayah Australia (Bag 3)




(Foto: Islamic Studies Center Charles Sturt Universtity/The Guardian)

Meskipun pernah didefinisikan sebagai bagian dari masyarakat dan etnis tertentu, masjid-masjid suburban Australia semakin digunakan oleh muslim Australia yang beragam. Masa depan masjid-masjid di Australia mampu melampaui keberagaman etnis dan asal menjadi sesuatu yang lebih inklusif.

Dalam analisisnya mengenai muslim yang memandang Australia sebagai kampung halaman, seorang teolog bernama Salih Yucel, mencatat perbedaan di antara watan al-asli (negara asal) and watan al-sukna (negara yang ditinggali), alongside watan al-safari (negara yang dilewati). Masjid-masjid suburban cenderung bernafas watan al-asli, sedangkan sebagian besar masjid-masjid kontemporer lebih melibatkan watan al-sukna. Keduanya berhadapan dengan potensi perpecahan di luar masyarakat mana yang menjadi jamaahnya, yang akhirnya menyulitkan perencana tata kota dalam mengembangkan bangunan masjid.




Awal yang baru

Dua masjid baru yang dibangun di Australia akhir-akhir ini banyak muncul di media. Keduanya direspon dengan sangat berbeda oleh masyarakat. Pengembangan masjid di Bendigo telah banyak diperebutkan oleh berbagai headlines. Diskusi tentang desain sebenarnya dari masjid ini dibela dengan komentar bahwa sudah haknya masjid tersebut berdiri.

Sebaliknya, Islami Center di Newport dirayakan sebagai visi yang progresif dan berperan dalam membantu is dialog antarbudaya di sebuah masyarakat multikultural. Masjid ini didesai oleh Glenn Murcutt dan Hakan Elevli–disebut sebagai masjid Australia yang benar-benar kontemporer–yang didukung oleh National Gallery di Victoria.

Ada juga Islamic Center di Charles Sturt University yang juga merupakan sebuah masjid, yang bergaya kontemporer sekaligus vernakular. Bangunan tersebut didesain oleh Marci Webster-Mannison pada tahun 1995, sebuah tempat yang nyaman dan senada dengan bangunan-bangunan di sekitarnya. Memiliki orientasi arah ke Mekkah (kiblat), dibuat dengan indah di sebuah lokasi dengan pemandangan mempesona. Seperti area kampus lainnya, masjid tersebut terbuka untuk seluruh mahasiswa dan akademisi, baik dari Australia maupun negara lain.

Saat ini masjid memang merupakan bangunan yang normal dijumpai di Australia, meskipun mereka belum dilihat sebagai sesuatu yang khas milik Australia. Namun, dalam sebuah konferensi internasional bertemakan Sejarah Kesenian Islam yang baru saja diadakan, disampaikan bahwa kontribusi Australia terhadap sejarah dan masa depan arsitektur Islam memang patut diperhitungkan.

 

oleh: An Nisaa Gettar

(Sumber: The Guardian)

Baca juga:

Sejarah Arsitektur Masjid di Berbagai Wilayah Australia (bag. 1)

Sejarah Arsitektur Masjid di Berbagai Wilayah Australia (bag. 2)

Leave a Reply