Perkembangan Islam di negara Jerman tidak lepas dari konstitusi Jerman yang sangat menjaga kebebasan prinsip-prinsip beragama. Di negara yang pernah dipimpin Adolf Hitler ini terdapat sebuah masjid yang sangat megah dan menggambarkan perkembangan Islam di negara ini sangat pesat. Sepintas mungkin kamu akan mengira bangunan ini hanya sebuah gedung biasa dengan arsitektur unik. Namun sebenarnya bangunan ini adalah masjid bernama Cologne Central Mosque.

Selama masa pembangunan Cologne Central Mosque ( Masjid Sental Cologne) sempat ditentang oleh berbagai kelompok masyarakat kota Cologne, khususnya yang beragama non muslim.  Termasuk di dalamnya adalah seorang pengarang bernama Ralph Giordano, warga sekitar lokasi, kelompok sayap kanan dan kelompok neo-Nazi. Bahkan Jörg Uckermann, sang wakil walikota pun berdiri bersama para penentang tersebut. Berseberangan dengan sikap Walikota, Fritz Schramma yang justru sangat mendukung pembangunan Masjid terbesar di Jerman itu.
Perdebatan terbuka di ranah public pun mulai mencuat, kecaman dan komentar pedas pun terlontar dari para penentang pembangunan masjid Sental Cologne, termasuk adanya demonstrasi jalanan untuk menolak pembangunan masjid ini, seperti halnya yang terjadi pada 16 Juni 2007. Menariknya, justru jejak pendapat yang dilaksanakan oleh Koran setempat menunjukkan bahwa sekitar 63% responden mendukung pembangunan masjid tersebut sementara 27% diantaranya hanya menginginkan pengurangan ukuran bangunan masjid yang akan dibangun.
Proses pemasangan dinding kaca sumber google

Proses pemasangan dinding kaca (sumber google)

Selama proses pemungutan suara berlangsung, terjadi aksi protes di luar gedung dewan kota yang dilakukan oleh sekitar 30 orang penentang pengesahan tersebut,  semantara ada 100 demonstran lainnya yang menyambut gembira keputusan dewan kota tersebut.Tak puas dengan keputusan dewan kota aksi protes berlanjut namun Izin demontrasi yang akan dilaksanakan oleh kelompok penentang pembangunan masjid yang tergabung dalam Pro Clogne tanggal 20 September 2008 secara mendadak dibatalkan oleh pihak kepolisian sesaat sebelum pelaksanaan demonstrasi dengan alasan keamanan public setelah terjadi kericuhan antara polisi dan para demonstran.




Akhirnya segala konstroversi pembangunan masjid Cologne Central ini berahkir pada tanggal 28 Agustus 2008, dengan hasil pemungutan suara di Dewan Kota Cologne yang memenangkan rencana pembangunan masjid ini. Pemungutan suara tersebut diikuti oleh semua fraksi yang ada di Dewan Kota kecuali partai Demokratik Kristen. Masjid Yang berada di Distrik Ehrenfeld kota Cologne ini dibangun dalam gaya Usmaniyah dengan menara tinggi yang lancip namun dalam sentuhan supermodern. Mengambil gaya Turki, masjid ini dirancang dengan arsitektur Ottoman. Dinding kaca pun mengisi beberapa sisi bangunan dari masjid ini.

Proses pembangunan Cologne Central Mosque (sumber wikipedia)

Proses pembangunan Cologne Central Mosque (sumber Wikipedia)

Tidak sampai disitu, bentuk bangunan utama Cologne Central Mosque dibangun menyerupai sebuah bola dunia dengan dinding dari bahan transparan. Luas bangunan masjid sekitar 4500 meter persegi dengan daya tampung ruang sholat nya mencapat 2000 hingga 4000 jemaah, ini menjadikan Cologne Central Mosque sebagai masjid terbesar di Jerman.

Masjid terbesar di Jerman ini dibangun dengan dana dari Diyanet İşleri Türk İslam Birliği (DITIB) yang merupakan organisasi Islam di Jerman dibawah kendali Kementrian Urusan Agama Pemerintah Turki, selain juga adanya dana tambahan dari pinjaman bank, dan donasi dari 884 organisasi Islam di Jerman, juga adanya dana yang berhasil dikumpulkan oleh Gereja St. Theodore Cologne. Sementara Paul Böhm, arsitek yang merancang masjid ini sebenarnya juga merupakan spesialis perancang bangunan gereja.

Setelah selesai nanti, masjid ini akan dilengkapi dengan menara setinggi 55 meter, bazaar, pintu masuk ke ground floor, ruang kuliah di basement, ruang sholat di lantai atas yang akan dilengkapi juga dengan ruang perpustakaan muslim. Penggunaan material glass wall pada masjid Sental Cologne memberikan kesan terbuka bagi masjid ini. Hal ini sengaja dibuat demikian, sebagai symbol bahwa masjid ini terbuka bagi siapa saja.

Sebelumnya, negara ini membangun masjid tua yang digunakan sebagai patung muslim di Koln, Jerman. Sayangnya, masjid tersebut sempat dihancurkan dan kini diubah menjadi bangunan Cologne Central Mosque yang bukan hanya dijadikan tempat untuk umat muslim Jerman beribadah, tetapi juga bisa dilihat oleh para wisatawan.  Masya Allah, semoga Cologne Central Mosque, bisa semakin menambah jumlah penduduk muslim dan semakin memperluas perkembangan agama Islam di negara Jerman.

Oleh : Chairunnisa Dhiee (dikutip dari berbagai sumber)