Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah (Muhammad), “api neraka jahanam lebih panas”, jika mereka mengetahui.
(QS At Taubah [9]: 81)

Ekspedisi Tabuk adalah peristiwa perjalanan Rasulullah Saw dan umat Muslim ke wilayah Tabuk untuk menghadapi pasukan Romawi. Terjadi pada tahun ke-9 Hijriah dua bulan sebelum Ramadhan, yaitu bulan Rajab. Ibnu Sa’ad meriwayatkan, ketika itu sekelompok kafilah dagang yang sering melakukan perjalanan antara Syam dan Madinah membawa berita kepada kaum Muslimin bahwa bangsa Romawi telah mengumpulkan pasukan untuk memerangi umat Islam.

Rombongan Romawi terdiri dari puak Lakhm dan Jadzam beserta sekutu dari kalangan Nasrani Arab yang berada di bawah kekuasaan Romawi. Menurut berita dari kafilah dagang tersebut bahkan mata-mata Romawi telah sampai di daerah Balqa’.




Saat itu merupakan musim kemarau dan cuaca sangatlah terik. Masyarakat sedang hidup dalam kesusahan. Namun, di sisi lain buah-buahan sedang mulai matang di Kota Madinah. Kedatangan berita tersebut mengarahkan Rasulullah Saw menyeru kepada kaum Muslimin untuk bersiap menyambut bangsa Romawi. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, pasukan Romawi mencapai 40.000 prajurit.

Perjalanan umat Islam kali itu sungguh payah. Terasa benar bahwa saat itu kaum Muslimin sedang menghadapi ujian yang begitu berat. Karenanya, di saat para sahabat semakin terang keimanannya, para orang munafik pun menunjukkan kemunafikannya dengan jelas. Mereka berbicara satu sama lain, “Tak usahlah kalian berangkat ke medan perang dalam keadaan panas seperti ini.”

Ketika Rasulullah berangkat ke medan perang, mereka tanpa malu tetap tinggal di tenda-tenda di pinggiran kota Madinah. Berkenaan dengan ini Allah Swt menyampaikan firman-Nya.

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata, “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah (Muhammad), “api neraka jahanam lebih panas”, jika mereka mengetahui.
(QS At Taubah [9]: 81)

1 2 3