Anda pasti pernah mengalami dan mungkin masih mengalami hingga detik ini, dimana kita menyetel alarm di hp , email atau jam untuk diingatkan akan sebuah jadwal. Bisa jadwal rapat, bangun tidur, bahkan jatuh tempo bayar cicilan. Dalam skala lain, alarm atau pengingat menjadi sesuatu yang sangat penting dan genting. Seperti hal nya alarm kebakaran di gedung-gedung, alarm tanda kecelakaan di pabrik atau site. Bahkan terkait bencanapun, belakangan kita sering mendengar istilah early warning system misalnya terkait potensi bencana tsunami dan kain sebagainya.

Intinya, alarm atau pengingat adalah sebuah mekanisme preventif yang harus dilakukan untuk mengantisipasi sesuatu yang terjadi.

Begitupun dalam kehidupan. Terdapat mekanisme alamiah yang seringkali kita jumpai sehari-hari sebagai alarm. Baik alarm yang memang tidak terduga atau sudah diduga.




Pernahkah anda mengalami sebuah kejadian yang hampir saja merenggut nyawa?
Pernahkah anda mengalami sebuah sakit yang cukup serius?
Pernahkan anda mengalami kerugian bisnis yang hampir saja membuat anda gila?
Pernahkah anda mengalami akibat buruk akibat kecerobohan kita?
Pernahkah anda mengalami musibah kehilangan orang orang terdekat dan tercinta ?
Dan masih banyak lagi variasi alarm dalam kehidupan kita.

Dari hal-hal diatas, sejatinya Allah ta’ala hendak memberikan sinyal atau alarm kepada kita semua untuk memperhatikan hidup dan kehidupan. Ada sebuah terminal kehidupan yang hendak diatur Allah subhanahu wa taála agar kita sejenak berhenti dan memperhatikannya. Dan terlalu banyak alarm kehidupan yang sudah di sampaikanNya kepada kita semua dengan cara Nya yang tak terduga. Kedalaman hikmah akan alarm kehidupan ini kadang terlewat dalam keseharian karena hadir tak terduga dan banyak manusia hanya larut didalamnya dan kemudian hilang bekasnya begitu saja.

Namun ada juga alarm ilahiah yang bukan hanya tidak terduga. Dia menjadi alarm abadi yang rutin dan senantiasa hadir dalam keseharian kita : Adzan !

Allah ta’ala telah menyiapkan sebuah mekanisme rutin dalam kehidupan ini berupa panggilan Adzan.
Adzan memberi pesan sebuah perhentian sekaligus sebuah tindakan.

Adzan memberi pesan perhentian bagi aktivitas duniawi. Allah ingin berpesan, agar semua aktivitas dan nikmat dunia yang telah dirasa, untuk berhenti. Berhenti sejenak dari segala. Agar terhindar dari sikap tamak dan rakus dunia. Berhenti agar bersiap kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala supaya tak mabuk dunia yang sejatinya adalah fana. Maka, apapun kondisi dan keadaannya, bersegeralah berhenti beraktivitas apaun kesibukannya seketika adzan berkumandang menghanyutkan jiwa-jiwa yang pasrah. Menuju Allah yang abadi tanpa resistensi.

Selain itu, adzan jugalah sebuah tindakan. Tindak lanjut dari perhentian kehidupan untuk menyongsong sebuah kematian. Bahwa, hiruk pikuk kesibukan, tak boleh sedikitpun membuat abai akan datangnya sebuah kematian. Adzan memalingkan hiruk pikuk keramaian pada kesendirian. Kesendirian menghadap Allah ta’ala dan mempertanggung jawabkan semua perbuatan. Adzan menggiring kita mengahadap kuasa Allah dalam ketakberdayaan. Disana akhirnya kita bersimpuh luruh, pasrah tak ada apa-apanya. Menyerahkan segala resah, gelisah, ampunan dan juga pengharapan. Menghadap Allah diantara penghentian dalam sebuah hiruk pikuk berbagai kejadian.

Begitu seterusnya, tak kurang 5 kali sehari, adzan telah menjadi alarm kehidupan kita, untuk berhenti dari hiruk pikuk duniawi dan menuju Allah menyerahkan segala diri dari kefanaan menuju keabadian.

Bersegeralah seketika adzan memanggilmu, tak ada yang tahu apa yang terjadi sesudah itu.

 

oleh: Ari Wibowo (H Jian, Cipete, ba’da Jumat yg berkah)