Kita sudah sering mendengar bahwa salah satu tugas manusia adalah menjadi khalifah di bumi. Tapi apakah artinya? Mari kita simak kembali firman Allah Swt yang menyampaikan persoalan mengenai khalifah ini.

“Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat. ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’ Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah [2]: 30)

Makna khalifah dalam ayat ini adalah pengganti. Allah Swt menghendaki adanya pengganti di muka bumi. Ketika Allah Swt menyampaikan ini kepada malaikat, malaikat berkata dan seolah protes bahwa para pengganti yang kelak ada di bumi hanyalah akan berbuat kerusakan. Namun, di sini Allah Swt menunjukkan kekuasan-Nya bahwa Dia adalah Maha Mengetahui.




Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt menjadikan manusia sebagai khalifah (pengganti) di muka bumi untuk menggantikan mereka yang pernah berbuat kerusakan dan tidak istiqomah menjalankan perintah-Nya. Perkataan malaikat pada ayat tersebut menjadi dalil bahwa sebelumnya sudah ada kaum yang hidup di bumi, namun berbuat kerusakan. Namun tidak dijelaskan seperti apakah sifat mereka atau amalan mereka.

Allah kemudian menurunkan manusia pertama di muka bumi, yaitu Adam a.s. untuk mewujudkan kehendak-Nya, sehingga menjadikan ia sebagai khalifah (pengganti) atas kaum terdahulu. Bahwasanya Allah Swt lebih mengetahui bahwa khalifah yang menggantikan mereka akan memiliki hukum dalam menjalani kehidupannya di muka bumi, yaitu dengan syariat dan agama yang diturunkan-Nya, menyebarkan dakwah tauhid, mengikhlaskan peribadahan, dan beriman kepada-Nya.

Adam a.s. sebagai manusia diciptakan oleh-Nya untuk menggantikan kaum terdahulu dengan menampakkan kebenaran, menjalankan syariat Allah Swt, serta menjelaskan apa yang diridhai oleh-Nya dan apa yang dapat mendekatkan diri pada-Nya. Demikian pula dengan nabi-nabi berikutnya yang kemudian meneruskan risalah Adam a.s, hingga ajaran jatuh kepada Rasulullah Saw yang berlaku sampai umat Islam saat ini.

Allah Swt sesungguhnya menjadikan manusia sebagian khalifah (pengganti) bagi sebagian manusia lainnya. Sebagaimana firman-Nya.

Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al An’am [6]: 165)

Allahua’lam bishawwab… semoga kita senantiasa bisa menjadi khalifah yang diridhai Allah Swt

 

oleh: An Nisaa Gettar