Bukan cuma mas Wawan dan istri yang bingung atas kejadian ini, dokter yang memeriksa pun sama bingungnya. Kemana kamu nak? Kenapa tak memperlihatkan perkembangan mu? Akankah penantian ini kembali menjadi harapan kosong,nak?

Sedih, bingung, penasaran semua rasa berkecamuk dalam pikiran pasangan suami istri ini, terutama mba Mawar yang begitu terpukul atas kejadian aneh yang dialaminya. Mereka pulang kerumah dengan wajah dan suasana hati yang jauh berbeda dari saat pergi ke rumah sakit tadi. Suasana seperti itu bertahan beberapa hari dirumah mereka. Namun, akhirnya mereka tetap percaya apapun yang sedang dipersiapkan dan diberikan oleh Allah swt, mereka berkeyakinan itulah yang terbaik dari yang baik. Mereka tetap bersabar dan semakin berusaha memperbaiki diri mendekatkan hati pada sang pemilik kehidupan.

Bulan keempat masa kehamilan, tanpa putus asa mas Wawan mengajak mba Mawar kembali lagi ke rumah sakit untuk mengecek kehamilan yang entah jadi atau tidak. Tapi kondisi mba Mawar yang tak kunjung mendapat tamu bulanan, membuat suami istri ini punya sedikit harapan baik.




Sungguh benar Allah swt adalah satu-satunya Dzat yang Maha Kuasa. Dia-lah satu-satunya yang berhak berencana dan merencakan sekecil apapun kehidupan hamba-Nya. Inilah yang dirasakan pasangan suami istri Wawan dan Mawar. Setelah kehilangan harapan pada bulan ketiga kehamilan saat mengecek kondisi si calon jabang bayi, ternyata di bulan keempat ini harapan baru mulai hadir kembali. Calon jabang bayi yang dinanti, yang selalu disebut dalam setiap perkataan doa mereka menampakkan dirinya. Masya Allah …

Syukur tak terkira terpancar jelas dari raut wajah mas Wawan dan sang istri. Pun dengan dokter yang tiada henti berucap puji-pujian pada Allah swt. Wawan, istri, dokter, suster, dan mungkin semua hal yang ada dalam ruangan pemeriksaan itu tiada henti berucap syukur pada sang pemilik rencana.

Bulan demi bulan masa kehamilan dilewati dengan baik dan penuh rasa bahagia oleh pasangan ini. Sampai pada akhirnya, tibalah kelahiran bayi yang akhirnya diberikan nama indah, Jasmin. Mba Mawar melahirkan Jasmin saat usia kandungan telah lewat sembilan bulan. Ya…, si cantik Jasmin lahir saat usia kandungan sembilan bulan 10 hari. Itu pun dengan berbagai usaha pancingan yang membuat cabang bayi akhirnya mau keluar dari tempat ternyaman di dalam perut sang ibu.

Sayangnya, Jasmin juga lahir saat karir mama papanya berada di atas tangga popularitas. Papa nya baru saja diangkat menjadi Direktur utama di perusahaannya, sementara sang mama sedang dalam masa-masa jaya nya sebagai seorang pengusaha fashion, dengan berbagai outlet fashion di beberapa daerah di Jakarta.

bersambung …

oleh : Chairunnisa Dhiee

Baca juga:

Keadaan Wanita Yang Tak Mau Menyusui Anaknya (Bag 1)