Awalnya, bulan pertama kelahiran, Jasmin masih seperti layaknya anak bayi yang baru lahir pada umumnya. Diasuh oleh papa mama, di jagai 24 jam non-stop, dan yang terpenting selalu diberikan ASI oleh mamanya setiap saat. Hal bahagia ini berlangsung sampai bayi Jasmin berumur 3 bulan. Ya, hanya 3 bulan saja bayi Jasmin merasakan kebahagiaan menjadi bayi, dimana ia bisa merasakan pelukan dan kecupan hangat papa mama, mendengar suara-suara lembut mereka, dan merasakan ASI langsung dari mama. Tak ada hal yang begitu nikmat lainnya yang dirasakan untuk seorang bayi usia bulanan saat itu.

Bulan keempat, si cantik Jasmin sudah tak merasakan hal-hal membahagiakan itu. Ia dititipkan mama-papanya pada seorang perawat, sementara orang tuanya kembali ke rutinitas mereka masing-masing. Mamanya begitu disayangkan lebih memilih mengurus bisnisnya. Tawaran modal besar dari pemodal luar negeri membuat mba Mawar tergiur membangun cabang-cabang outlet fashion miliknya di tiga negara besar. Tawaran ini membuatnya lupa akan tanggung jawab pada hadiah terindah dari Allah swt atas penantian mereka yang harus jatuh bangun saat menanti kedatangan Jasmin.

Tawaran ini juga membuat mba Mawar harus pulang-pergi ke luar negri demi membangun outlet-outlet fashion sesuai dambaannya. Sementara sang suami, terjebak sendiri dalam rutinitas yang mengharuskan jauh dari istri, rumah, keluarga, dan tentunya si cantik Jasmin. Asupan ASI untuk Jasmin mendadak berubah pada ASI pompa yang jauh hari telah disiapkan mama. Namun, sampai dimanalah peran ASI pompaan dibandingkan ASI yang langsung dari mama. Apalagi, jika diketahui sang mama ternyata dalam keadaan sanggup dan bisa menyusui anaknya secara langsung kalau tak dilalaikan oleh pekerjaan. Sekalipun tawaran bisnis tersebut tak diambil mba Mawar, toh tak mengapa, karena outlet-outlet fashionnya yang sudah ada berkembang sangat baik. Sayang disayang, mba Mawar lebih mementingkan urusan dunianya, dibanding mempersiapkan dan mendidik Jasmin sang tabungan akhirat nya kelak. Tak jauh berbeda yang terjadi pada mas Wawan, yang semakin sibuk dengan pekerjaannya.




Saat ini Jasmin sudah berusia 6 bulan, dan si cantik ini masih kuasuh dengan baik semampu ku dan sekuat tenaga yang Allah swt titipkan di ragaku. Enam bulan sudah aku menjadi perawatnya, perawat yang bisa menjadi mama dan papa untuk si cantik Jasmin. Jangan tanya bagaimana kabar mas Wawan dan mba Mawar saat ini, mereka semakin dan semakin jadi kegilaannya terhadap urusan-urusan dunia. Berdalih kelak Jasmin memerlukan kebutuhan hidup yang lebih besar, membuat kecintaan suami istri itu terhadap kenikmatan dan kesuksesan dunia menjauhkan hati dan pikiran dari tanggung jawab akhirat mereka.

bersambung …

oleh : Chairunnisa Dhiee

Baca juga:

Keadaan Wanita Yang Tak Mau Menyusui Anaknya (Bag 1)

Keadaan Wanita Yang Tak Mau Menyusui Anaknya (Bag 2)