Sujud Tilawah dan Setan Akan Menjauh Seraya Menangis




Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan saat kita membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah (perintah sujud) yang terdapat dalam Al-Qur’an. Kalangan ulama sepakat bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyariatkan.

Ibnu Umar ra, meriwayatkan, “Rasulullah saw pernah membaca Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah, kemudian beliau bersujud. Kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapatkan tempat karena posisi dahinya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berikut ini adalah dafat ayat-ayat sajadah, antara lain adalah surah As-Sajdah[32] : 32, surah Al-A’raf[7] : 206, surah Ar-Ra’d[13] : 15, surah An-Nahl[16] : 49, surah Al-Isra'[17] : 107, surah Maryam[19] : 58, surah Al-Hajj [22] : 18, surah Al-Furqan [25] : 60, surah An-Naml[27] : 25, surah Fushshilat[41] : 38, surah Al-‘Alaq[96] : 19, surah An-Najm[53] : 62, dan surah Insyiqaq[84] : 21.




Saat membaca atau mendengar bacaan ayat sajadah, kita disunnahkan untuk berdoa sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayat oleh Aisyah ra, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW, ketika membaca ayat sajadah yang ada dalam Al Qur’an pada malam hari, berdoa:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

“SAJADA WAJHIYA LILLADZII KHALAQAHU WA SYAQQA SAM’AHU WA BASHARAHU BIHAULIHI WA QUWWATIH.

Wajahku bersujud kepada Dzat telah menciptakannya dan membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya” (HR.Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Pada saat shalat, cara melakukan sujud tilawah adalah dengan langsung bersujud dan membaca doa di atas. Setelah itu, kembali berdiri dan melanjutkan bacaan surah. Dalam shalat berjamaah, makmum hanya melakukan sujud tilawah jika imam melakukannya.

Lalu, bagaimana cara melakukan sujud tilawah di luar shalat? Sebagian ulama berpendapat, ada yang mengangkat tangan sambil bertakbir, lalu langsung sujud dan membaca doa di atas. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa sujud tilawah cukup dengan sekali sujud seperti dalam shalat.

Keutamaan amalan ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia bersujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata, “Celaka aku. Anak Adam disuruh bersujud dan dia pun bersujud, maka baginya surga. Aku sendiri diperintahkan untuk bersujud, namun aku enggan sehingga aku pantas mendapatkan neraka.”  (HR.Muslim)
oleh : Chairunnisa Dhiee

Leave a Reply