Doa dan Khutbah Umar bin Khattab ra




Umar bin Khattab ra adalah seorang sahabat Rasulullah saw yang terkenal dengan ketegasannya. Namun dibalik ketegasannya, kita mampu merasakan hatinya yang sungguh lembut. Kita dapat rasakan kelembutan tersebut pada doa dan khutbah yang beliau ucapkan saat melaksanakan ibadah haji di masa kekhalifahannya.

“Ya Allah berikan aku harta di dunia tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, sehingga aku tidak melampaui batas dan juga tidak melupakan tanggung jawabku. Jumlah yg kecil tapi sedikit lebih baik daripada besar tapi menyebabkan lupa kepada-Mu. Ya Allah, umurku bertambah dan telah banyak hilang kekuatanku, tetapi kewajibanku semakin bertambah. Panggilah aku ketika aku bisa memenuhi tanggung jawabku, tanpa meninggalkan salah satupun.”

Setelah berdoa, Umar ra melanjutkan dengan khutbah yang layak untuk kita renungi.




“Tugas penguasa yang paling penting terhadap rakyatnya adalah mendahulukan kewajiban mereka terhadap Allah, seperti yang dijelaskan di dalam agama sebagai petunjuk-Nya. Tugas kami untuk meminta kalian, memenuhi apa yang Allah perintahkan kepadamu sebagai hamba-Nya yang taat serta menjauhkan kalian dari perbuatan maksiat terhadap Allah.

Kami juga harus menerapkan perintah-perintah Allah, dimana mereka diperlakukan sama untuk setiap orang, dalam keadilan yang nyata. Dengan begitu kita memberikan kesempatan kepada orang bodoh untuk belajar, yang lengah untuk memperhatikan dan seseorang yang sedang mencari contoh untuk diikuti.

Untuk menjadi orang beriman yang sejati, tidak didapatkan dengan mimpi, tetapi dengan perbuatan yang nyata. Makin besar amal perbuatan seseorang, makin besar pula balasan dari Allah dan Jihad adalah puncaknya amal kebaikan . Barangsiapa yang ikut berjihad dan meninggalkan perbuatan dosa dan ikhlas terhadapnya sebagian orang menyatakan telah berjihad, tetapi jihad di jalan Allah yg sesungguhnya adalah menjauhkan diri dari dosa.

Tidak ada yang disayangi Allah yg Maha Perkasa dan bermanfaat bagi manusia, daripada kebaikan pemimpin berdasarkan pemahaman yang benar dan wawasan yang luas. Tidak ada yang paling dibenci Allah selain ketidaktahuan dan kebodohan pemimpin.

Demi Allah aku tidak menunjuk gubernur dan pejabat di daerah kalian sehingga mereka bisa memukulmu atau mengambil hartamu. Aku mengirim mereka untuk membimbing kalian dalam agama kalian dan mengajarkan sunnah nabi saw. Barangsiapa yang diperlakukan tidak adil, segera laporkan kepadaku. Demi Allah yang nyawaku di tangan-Nya, aku akan menegakkan keadilan terhadap kezaliman mereka dan jika aku gagal, aku termasuk orang-orang yang tidak adil.

Lebih baik bagiku mengganti gubernur tiap hari daripada membiarkan orang zalim sebagai pejabat meskipun hanya dalam satu jam. Mengganti gubernur lebih mudah daripada merubah rakyat.

Apabila semua yang dibutuhkan rakyat disiapkan dengan baik untuk mengganti gubernurnya, maka itu hal yang mudah. Maka barangsiapa yang mengurusi urusan orang muslim, bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan rakyatnya. Kepada semua pejabat jangan memukuli orang untuk menghinakan mereka. Jangan meniadakan hak mereka dan tidak mengurus mereka dan jangan menyusahkan mereka sehingga mereka merasa berat

Wahai manusia, jika kamu telah menyelesaikan ritual haji, orang dari daerah yang berbeda berkumpul denganku, gubernur dan pejabatnya, sehingga aku bisa melihat situasi mereka. Aku akan mendengarkan keluhan mereka dan memberikan keputusanku, memastikan yg lemah diberikan haknya dan keadilan ditegakkan semua.”

Semoga Allah swt kembali menghadirkan untuk ummat manusia pemimpin seperti Umar bin Khattab ra, pemimpin yang bertakwa kepada Allah swt dan senantiasa menjalankan sunnah Rasulullah saw. Semoga Allah swt berkahi negeri kita dengan pemimpin yang begitu penyayang terhadap rakyatnya. Aamiin ya Rabbal álamin

 

sumber: film Omar

 

Leave a Reply