Kemuliaan Bersikap Qanaah




Bersikap qanaah dapat diartikan sebagai sikap merasa cukup atas apa yang kita miliki. Seseorang yang bersikap qanaah akan selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah Swt kepadanya, meskipun orang lain mungkin menganggapnya itu hanya sesuatu yang kecil.

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)




Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga menyampaikan dalam sebuah hadits, “Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap.” (HR. Thabrani dari Jabir).

Agar kita bisa bersikap qanaah maka hendaknya kita tidak menganggap harta benda ataupun segala sesuatu yang bersifat materi yang ada di dunia ini sebagai segala-galanya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini:

Dunia ini dibanding akhirat tiada lain hanyalah seperti jika seseorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka hendaklah dia melihat air yang menempel di jarinya setelah dia menariknya kembali.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Kita sudah seharusnya menyadari dengan baik bahwa dunia itu fana. Tidak abadi. Kita pun mengetahui bahwa kehidupan seorang manusia di dunia hanya sekitar 60-70 tahun. Kalaupun kita diberi kelebihan usia, mungkin kita tidak lagi bisa menikmatinya seperti saat kita masih muda. Kedua penglihatan kita mungkin telah rabun. Indra pendengaran telah berkurang fungsinya. Untuk berjalan dari satu sudut ke sudut lain pun tidak akan selincah dulu.

Sebagai muslim kita pun harus memahami bahwa dunia adalah fana, karena yang kekal adalah akhirat. Sesungguhnya akhiratlah yang merupakan tujuan dari kehidupan seorang manusia. Seperti yang difirmankan oleh Allah Swt berikut, “Sungguh hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada dunia.” (QS Adh Dhuhaa [93]: 4). Juga pada ayat ini, “Akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al A’laa [87]: 17)

Leave a Reply