Melansir dari Dailynewsegypt, pada Ahad (16/10/16), akhirnya Masjid Al-Aqsa dinyatakan sebagai situs peninggalan peradaban Islam oleh UNESCO, setelah melalui perdebatan panjang mengenai sejarah antara Palestina dan Israel.

Keputusan UNESCO ini tentu saja menjadi kabar baik yang sekian lama telah kita tunggu begitulah yang dinantikn seluruh umat muslim di dunia. Kabar baik ini juga nantinya, menjadi titik terang dari segala permasalahan yang telah lama di hadapi oleh saudara-saudara muslim kita di Palestina. Tentu kita berharap sekali keputusan baik ini dapat mengakhiri penjajahan yang dilakukan Israel dan mengembalikan lagi hak-hak Palestina yang telah lama direbut paksa oleh penjajah.

Rasa bahagia akan keputusan baik itu pun datang dari seorang pengamat dari Universitas Al-Azhar di Mesir yang sangat mengapresiasi keputusan Organisasi Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) yang telah memutuskan Masjid Al Aqsa sebagai situs suci sekaligus tempat ibadah umat Islam.




Dinyatakannya Masjid Al-Aqsa sebagai situs suci peninggalan agama Islam, maka sangat diharapkan hal ini menjadi panggilan kepada masyarakat dunia, bukan saja yang beragama muslim untuk mendukung upaya Arab dan Islam dalam membantu negara Palestina menjadi negara yang berdaulat. Terlebih lagi, kita menjadi semakin perduli untuk melindugi Palestina, baik itu saudara sesama muslim kita ataupun non muslim yang tinggal di negara tersebut.

Dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO yang bertugas untuk melindungi dan merawat situs-situs kebudayaan daa warisan peradaban manusia, pada Kamis lalu (13/10/16) juga mengeluarkan sebuah resolusi yang isinya menekankan bahwa Israel adalah pencaplok Yerusalem.

Bukan hanya menegaskan bahwa Yerusalem bukanlah sebagai bagian yang sah dari Israel, resolusi itu pun menegaskan bahwa Bukit Kuil, tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa, dan Tembok Barat merupakan situs suci peninggalan umat Islam.

Bahkan dalam dokumen resolusi itu hanya menggunakan nama “Masjid Al-Aqsa dan Haram al-Sharif” untuk menyebut situs bersejarah tersebut, tidak sama sekali menggunakan nama dalam bahasa Inggris (Temple Mount) atau dalam bahasa Ibrani (Har HaBayit).
Bukit Kuil sendiri merupakan salah satu situs yang paling sering memantik konflik antara umat Yahudi dan Muslim di Yerusalem. Umat Yahudi yakin di bukit tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa, dulu pernah berdiri Bait Allah yang dibangun oleh Raja Salomo dan Raja Herodes.

Dari resolusi tersebut juga disebutkan bahwa Tembok Barat, yang selama ini dikenal sebagai situs suci Yahudi, yang bagi bangsa Yahudi disebut juga Tembok Ratapan. Resolusi itu menyebutkan bahwa nama tembok tersebut menggunakan nama dari tradisi Islam yakni Tembok al-Buraq.

Seperti yang bisa kita duga bersama, resolusi itu belum sepenuhnya matang karena harus disahkan melalui pemungutan suara di level tertinggi pekan depan. Namun, walaupun belum sepenuhnya matang, resolusi tersebut sangat dikecam oleh pemerintah Israel dan sekutunya, Amerika Serikat.

Tidak cukup hanya menganggap resolusi tersebut  sebagai resolusi sepihak anti Israel oleh juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Komentar lain pun datang dari Perdana Menteri Israel , yakni Benyamin Netanyahu yang menyebutkan resolusi tersebut “absurd dan mengada-ada.” Tak hanya itu, berseberangan dengan hasil keputusan UNESCO, Israel mengumumkan menghentikan segala kerja sama mereka dengan UNESCO pada Jumat pekan lalu (14/10/16)

Masjid Al-Aqsa sendiri berdiri diatas Bukit Kuil yang terletak di bagian timur Yerusalem. Wilayah inilah yang diklaim Israel sebagai wilayahnya. Padahal wilayah itu dulunya direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada tahun 1976. Sampai saat ini dunia internasional masih belum mengakui wilayah tersebut sebagai wilayah dibawah kekuasaan Israel (milik Israel).

Biarlah Israel dan para sekutunya, masih bersikeras tidak menerima hasil resolusi UNESCO ini, setidaknya dengan keputusan baik ini kita sedikit punya harapan besar atas kehidupan lebih baik saudara-saudara kita di Palestina. Tentu kita tak boleh berhentikan mendoakan agar ada keajaiban lain dari Illahi Rabbi untuk saudara muslim kita di Palestina. Aamiin.

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee