Pernah suatu ketika Rasulullah Saw tidak henti-hentinya berbicara tentang surga –seperti dituturkan oleh Martin Lings dalam bukunya Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik. Saat menceritakan tentang surga, Rasulullah bahkan seolah-olah melihat apa yang digambarkan tersebut. Kesan ini diperkuat dalam berbagai bentuk, seperti suatu ketika beliau mengulurkan tangannya seperti hendak mengambil sesuatu tapi kemudian menariknya kembali. Sahabat yang melihat hal tersebut pun bertanya. Rasulullah lalu menjawab, “Aku melihat surga dan aku menjangkau setangkai anggurnya. Jika aku mengambilnya, kalian baru dapat menghabiskannya selama usia bumi ini.

Mengimani surga merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Salah satu landasannya adalah firman Allah Swt berikut, “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.” (QS. Al Baqarah [2]:24-25)

Dengan mengimani surga, maka kita meyakini bahwa surga adalah ciptaan Allah Swt yang dikekalkan keberadaanya. Surga adalah sebuah tempat yang tidak akan binasa atau punah sampai kapanpun. Kita pun harus meyakini bahwa Allah Swt telah menciptakan dan mempersiapkannya. “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali Imran [3]:133)




Allah Swt telah memberikan berbagai gambaran kenikmatan surga. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Swt menyampaikan, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang shalih, yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia.” Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Bacalah jika kalian mau (penggalan QS As Sajdah [32]:17), Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang.” (HR Bukhari)

Dalam sebuah ayat Al Qur’an, Allah Swt juga menggambarkan bagaimana seseorang yang memperoleh kenikmatan surga, yaitu sebagai orang yang memperoleh kemenangan besar.

Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; itulah kemenanangan yang besar (QS. An Nisaa [4]:13)

Allah Swt juga menggambarkan surga dengan membandingkannya dengan dunia. Sebagaimana Rasulullah Saw menyampaikan hal tersebut dalam sebuah hadits, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR Bukhari)

Surga yang telah diciptakan oleh Allah Swt juga memiliki tingkatan. Nabi Muhammad Saw berkata, “Sesungguhnya surga terdiri dari atas seratus tingkat, jarak antara dua tingkatnya seperti jarak antara langit dan bumi, Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya.” (HR Bukhari & Muslim).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dan disahihkan oleh Syaikh Al Albani, Nabi memerintahkan kepada ummatnya untuk berdoa memohon surga yang memiliki tingkatan tertinggi, yaitu surga Firdaus. “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepada-Nya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari surga, di atasnya terdapat Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai surga.

Allahu a’lam.

 

Oleh: Malaika Shadleen