Kami mengujimu dengan yang baik dan yang buruk sebagai cobaan. Dan kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS.Al-Anbiya : 35)

Batu permata akan bercahaya setelah diasah, emas dan loyang akan tampak berbeda setelah diuji. Begitu pula sunnatullah yang berlaku dalam menumbuhkembangkan mutu umat dan memperkokoh mental juru dakwah agar mereka dapat menjadi pemimpin yang mampu memberikan petunjuk dan memimpin dengan sesuai perintah Allah Ta’ala. Kita diberi dan kita juga diuji.

Sebagai umat Muslim saat ini kita berada di antara pemberian dan cobaan. Kita harus mengerti bahwa memang demikianlah kehendak Illahi. Kita harus melaksanakan segala kewajiban-kewajiban kita dalam menunaikan hak, anugerah dan cobaan selama menjalani kehidupan.




Tidak lupa, kita pun harus terus mensyukuri nikmat, serta tabah dan sabar dalam menghadapi dan menjalani kesulitan dan permasalah dalam hidup. Hal demikian itu akan membantu kita mencapai izin dan ridha Allah Swt jika kita benar dan bersungguh-sungguh. Walaupun kesukaran menimpa, siksaan menghadang dan halangan melintang. Toh, pertolongan Allah Ta’ala itu dekat adanya.

Orang-orang yang diusir dari rumahnya dengan semena-mena, hanya karena mereka berkata :”Rabb kami adalah Allah.” Sekiranya Allah tiada membela sebagian manusia terhadap yang lain, pastilah telah diruntuhkan biara-biara dan gereja-gereja tempat sembahyang orang Yahudi, dan masjid-masjid dimana Allah banyak disebut. Sungguh, Allah menolong orang yang menolong-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat dan Mahaperkasa.” (QS. Al-Hajj : 40)

Tepat sekali dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw :

“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin itu, karena semua urusannya adalah baik, dan tiadalah yang demikian itu kecuali bagi orang mukmin. Jika ia beroleh kesenangan, ia bersyukur, dan yang demikian itu suatu kebaikan baginya; dan ketika ia ditimpa kesulian, ia bersabar, dan yang demikian itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim dan Shuhaib, dan diriwayatkan juga oleh Ahmad dan Ad-Darimi dengan lafal yang berbeda)

Sungguh, betapa kita harus tegak berdiri di atas kebenaran yang dibangun diatas tuntunan cahaya Allah Ta’ala, dan menyeru kepada jalan-Nya yang lurus. Kita berada di antara pemberian dan cobaan. Kita tetap harus bersyukur kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya atas nikmat, karunia dan anugerah yang diberikan-Nya.

Saat berada ditengah cobaan yang Allah Ta’ala berikan, kita juga harus tabah dan sabar. Walau badai menghempas dan ombak memukul saat kita sedang mengarungi samudera perjuangan, kita harus tetap percaya penuh kepada janji Illahi sebagaimana yang pernah disampaikan-Nya kepada pendahulu-pendahulu kita yang saleh.

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan” (QS Ali ‘Imran[3] : 120)

 

Oleh : Syaikh Asy-Syahid Hasan Al-Banna