Calon-calon Penghuni Neraka – Menyekutukan Allah (bag. 1)




Semoga kita tidak termasuk dalam daftar nama calon-calon penghuni neraka. Sebab, barang siapa yang menghuni neraka tidak akan pernah merasakan kesenangan. Penghuni neraka akan menderita terus menerus yang disebabkan oleh perbuatannya sendiri. Dan calon penghuni neraka merupakan golongan yang secara garis adalah orang-orang yang mendustakan Allah swt. Untuk lebih jelasnya, kita bisa mengetahui bersama bagaimana calon-calon penghuni neraka. Semoga bermanfaat.

A. Orang yang Menyekutukan Allah Swt (syirik)

Salah satu dosa yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala adalah menyekutukan-Nya. Kata lain dari itu yang kita ketahui adalah Syirik, sedangkan syirik itu sendiri merupakan dosa yang tidak diampuni oleh Rabbi. Orang yang syirik atau menyekutukan Allah Ta’ala disebut juga kufur, sebab sudah dengan sengaja dan secara sadar menduakan Allah Ta’ala dan dosanya sangat besar. Adapun syirik terdiri dari dua macam, yaitu :




Pertama, syirik besar, yaitu menganggap, menyembah dan memuja sesuatu selain Allah Ta’ala sebagai Rabb. Misalnya menyembah batu, matahari, bulan, bintang, raja, dan lain sebagainya. Tentang hal ini Allah Ta’ala sangat membenci dan tidak akan mengampuni jika kita berbuat demikian.

Allah Ta’ala berfirman :

Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah swt, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.” (QS.an-Nisa : 48)

Dan, (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman : 13)

Sesungguhnya, telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam.’ Padahal, Al-Masih (sendiri) berkata, ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.’ Sesungguhnya, orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (QS. al-Maidah : 72)

Kedua, syirik kecil (riya’) adalah mengerjakan ibadah karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Hal ini biasanya dilakukan karena orang tersebut mempunyai maksud tertentu terhadap seseorang. Misalnya, menantu terhadapnya mertuanya, yang hanya ingin mendapatkan pujian dari sang mertua, ada lagi seorang laki-laki yang rajin ibadah karena ingin mendapatkan cinta dari perempuan yang dicintainya. Hal yang demikian kerap sekali terjadi pada kehidupan kita, atau mungkin kita juga pernah melakukannya. Naudzubillah.

Apabila kita melakukan perbuatan tersebut, sungguh Allah Ta’ala sangat tidak menyukainya. Sebab, tentang hal ini Allah Ta’ala telah mengatakannya dalam al-Quran al-Karim sebagai berikut :

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS. al-Kahfi : 110)

Selain tidak menyukai hal demikian, dalam surah al-Furqaan ayat 23, Allah Ta’ala menjelaskan tidak mendapatkan pahala ibadah yang dilakukan dengan niat ingin mendapat pujian.

Dan, Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.”

Selain dalam Al-Quran, syirik juga dijelaskan Rasulullah saw dalam hadits berikut,

Rasulullah saw bersabda, “Jauhilah olehmu syirik kecil.”

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah apakah yang dimaksud dengan syirik kecil itu?”

Beliau menjawab, “Yaitu riya. Allah swt berfirman di hari pembalasan, ‘Pergilah kamu kepada orang-orang yang memuji amalmu sewaktu kamu masih hidup di dunia dahulu dan lihatlah, apakah kamu menjumpai pahala dari mereka?” (HR. Ahmad, Baihaqi, dan Thabrani)

Demikianlah penjelasan mengenai orang-orang yang mempersekutukan Allah Ta’ala. Dimana dalam Al-Quran dijelaskan juga bahwa orang yang mempersekutukan Allah Ta’ala akan masuk ke neraka. Syirik termasuk dosa yang tidak diampuni oleh Allah azza wa jalla. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati agar tidak terjerumus dalam perbuatan dosa.

bersambung…

oleh : Chairunnisa Dhiee

sumber: buku ‘Dahsyatnya Neraka’

 

Leave a Reply