Jamaah Masjid Halifax Melayangkan Protes ke Bangunan Pub di Sebelahnya




Masjid Halifax terletak di jalan Robie Street di wilayah Halifax, Nova Scotia, Canada. Para jamaah dari masjid tersebut baru-baru ini melayangkan protes ke bangunan pub di sebelahnya yang merupakan milik Good Robot Brewing Company. Perselisihan terjadi karena aktivitas di pub yang mengganggu kegiatan umat muslim di Masjid Halifax. Mereka telah terganggu dengan banyaknya sampah botol bir, rokok, muntahan, dan urin yang berserakan mengotori lingkungan di sekitarnya. Belum lagi suara bising yang kerap terdengar hingga ke dalam Masjid Halifax, seperti dikutip dari www.cbc.ca (17/10/16).

Seperti yang dilansir oleh laman atlantic.ctvnews.ca (18/10/16), Masjid Halifax merupakan pusat kegiatan warga muslim di sana. Para jamaah mendatangi masjid ini lima kali sehari untuk shalat berjamaah. Terdapat juga sebuah sekolah untuk anak-anak muda yang lengkap dengan kurikulum resmi, yang telah didirikan satu setengah tahun yang lalu melalui dana bersama. Di sisi lain, bangunan pub milik Good Robot Brewing Company yang didirikan tahun lalu juga sedang menjadi tempat favorit untuk nongkrong. Sayangnya, para pelanggan pub yang kerap berkeliaran mabuk mengganggu aktivitas masjid.




Menurut laporan dari Zie Khan selaku pimpinan organisasi Masjid Halifax, sampah muntahan dan urin para pengunjung pub yang mabuk banyak dijumpai di lingkungan masjid. Belum lagi aroma marijuana yang bisa tercium sampai ke dalam bangunan masjid. Karena tidak ada hasil dari pertemuan yang pernah dilakukan oleh dua belah pihak, maka dewan masjid memutuskan untuk melayangkan keluhannya ke kantor Layanan Nova Scotia dan meminta agar penjualan minuman keras di pub tersebut dicabut.

Pemilik pub Good Robot mengatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah terkait dengan hal tersebut. Seperti mengecilkan suara musik bar dan mengatasi masalah lainnya. Pihak pub juga menyampaikan bahwa mereka bukanlah tempat untuk mabuk-mabukkan, tapi mereka hanya tempat yang melayani penjualan bir saja. Meskipun cukup sulit dipahami juga apa perbedaan di antara keduanya. Pemilik pub mengaku bahwa penutupan pub akan sulit dilakukan mengingat masa kontrak sewa tempat yang masih panjang. Jika penutupan dilakukan, maka akan berakibat pada PHK karyawan dan kebankrutan.

Sementara itu pemerintah setempat mengatakan bahwa keberadaan tempat berlisensi seharusnya tidak menganggu atau menyebabkan ketidaknyamanan untuk sekolah, gereja, rumah sakit, panti jompo, atau lembaga lainnya yang serupa. Dulu sebelum mengeluarkan lisensi, pemerintah tentunya melibatkan pemangku kepentingan setempat untuk jajak pendapat. Namun, Zia Khan menyatakan bahwa pihak Masjid Halifax tidak mendapatkan informasi tersebut.

Untuk mendukung layangan keluhannya, pihak Masjid Halifax mendokumentasikan sejumlah foto untuk menjadi bukti yang menunjukkan kebenaran atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan. Pada foto-foto tersebut terlihat sampah-sampah pelanggan pub yang berserakan dan sangat membuat tidak nyaman. Dikabarkan kedua belah pihak akan kembali melakukan pertemuan dalam waktu dekat.

 

(Foto: sampah botol minuman keras yang dijumpai di area Masjid Halifax/www.cbc.ca)

(Foto: sampah botol minuman keras yang dijumpai di area Masjid Halifax/www.cbc.ca)

(Foto: puntung rokok berserakan di halaman rumput Masjid Halifax/www/cbc.ca)

(Foto: puntung rokok berserakan di halaman rumput Masjid Halifax/www/cbc.ca)

Leave a Reply