8 Obat Hati (Bag 2)




Hati kita terkadang tidak stabil atau sakit seperti halnya badan kita. Meskipun berbeda antara sifat maupun obatnya. Namun adakah obat yang dapat kita gunakan untuk mengobati hati yang sakit? Jawabannya, ya ada. Ada 8 obat hati yang dapat kita gunakan untuk mengobati hati kita sekaligus menghilangkan penyakit hati, terutama penyakit buruk yang merugikan diri kita sendiri.

[baca sebelumnya: 8 Obat Hati (Bag 1)]

Pada tulisan ini, kita akan melanjutkan lagi bagian kelima sampai akhir dari delapan obat hati yang akan kita cari tahu bersama.




5. Banyak berdoa dan permintaan kepada Allah Swt untuk memperbaiki dan membersihkan hati serta memberinya petunjuk

Berdoa merupakan pintu utama yang agung untuk memperbaiki hati. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada merekaa, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am : 43)

Hal ini juga digambarkan oleh suri tauladan kita bersama yang mulia Muhammad saw, beliau selalu memohon kepada Allah Ta’ala untuk kesucian hatinya, kokoh berjalan diatas kebenaran dan petunjuk. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari Ummu Salamah. Ia meriwayatkan bahwa doa Nabi Muhammad saw yang sering beliau panjatkan pada Rabb ialah, “Wahai Tuhan pembolak balik hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu” (HR. at-Tirmidzi)

6. Sering mengingat kehidupan akhirat

Sesungguhnya, kelalaian kita dalam mengingat akhirat itu adalah penghambat segala kebaikan, kebajikan dan merupakan pemicu setiap malapetaka dan kejahatan. Dengan memperbanyak mengingat akhirat, akan menyadarkan diri kita tentang kehidupan sebenarnya, dimana tidak lain tidak bukan hanya kehidupan akhirat.

Denga demikian, hati kita akan lurus dalam mengendalikan jasad. Tindak tanduk sikap kita mencerminkan amal nyata yang kita tanamkan di dunia ini dengan harapan dapat menuai hasil yang baik di akhirat kelak.

7. Membaca dan mempelajari sejarah kehidupan orang-orang saleh

Hal ini dapat menjadi salah satu obat bagi hati. Banyak pelajaran tentang teguhnya hati dari hempasan badai kehidupan yang menerjang dari kisah kehidupan orang-orang saleh. Siapa saja yang memperhatikan dan mempelajari kehidupan atau sejarah suatu kaum berdasarkan pengetahuan dan penghayatan, maka niscaya hatinya dihidupkan kembali oleh Allah Ta’ala dan juga akan disucikan pula batinnya.

Utamanya lagi adalah mempelajari sejarah dan perjalanan hidup Nabi Muhammad. Sejarah kehidupan beliau merupakan terapi untuk mempertebal iman dan memperbaiki hati.

8. Bersahabat dengan orang-orang shalih, bertakwa dan berbuat kebaikan

Seseorang yang bergaul dengan orang yang bertakwa niscaya tidak celaka. Karena mereka tidak akan mengajak selain hanya kepada kebaikan. Maka dari itu, selamatlah hati kita dari kontaminasi penyakit-penyakit hati. Sebaliknya, jika kita bersahabat dengan orang-orang yang tidak shalih, tidak bertakwa dan tidak berbuat kebaikan, niscaya kita akan celaka.

Orang-orang seperti itu akan mengajak kita untuk melakukan berbagai kejelekan yang akan menyebabkan hati kita menjadi kotor. Allah secara tegas berfirman, artinya, “…dan janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa batas” (QS.Al-Kahfi : 28). Maka berupayalah untuk bersahabat dengan orang-orang yang shalih.

 

Wallohu’alam bish showab

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku saku mimbar Jumat, disarikan dari Syaikh Dr. Khalid bin Abdullah al-Mushlih)

Leave a Reply