Mengenal Apa Itu Pasar Surga (Bag 1)




Penyebutan istilah pasar surga diserupakan sebagai tempat di mana  orang-orang mukmin berkumpul dan membawa sesuatu yang mereka inginkan. Sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terdetak dalam hati. Mereka saling bertemu satu sama lain di tempat ini dalam keadaan bergembira atas apa yang telah mereka peroleh, atau atas apa yang diperoleh oleh saudaranya sesama mukmin.

Diriwayatkan dari Sa’id bin Al-Musayyib bahwasanya dia bertemu dengan Abu Hurairah. Kemudian Abu Hurairah berkata, ”Aku berdoa supaya aku dan engkau dikumpulkan di pasar surga.” Sa’id berkata, ”Apakah di surga ada pasar?” Abu Hurairah menjawab, ”Benar. Rasulullah mengabarkan kepadaku bahwasanya para penghuni surga tatkala mereka masuk ke sana dan tinggal di sana lantaran amal-amal baiknya kemudian mereka diberi izin sekira hari Jum’at dari hari-hari di dunia. Kemudian mereka mengunjungi Tuhannya. Allah lalu menampakkan Arsy-Nya pada mereka dan menampakkan diri-Nya kepada mereka di salah satu taman di antara taman-taman surga. Kemudian diletakkanlah untuk mereka mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari emas, dan mimbar-mimbar dari perak. Kemudian duduklah orang yang paling rendah derajatnya di antara mereka —dan tidak ada orang rendah di antara mereka— di gundukan misik dan kapur. Tidak bisa disangka bahwa orangorang yang ada di kursi lebih baik daripada mereka.” (HR. Tirmidzi)




Abu Hurairah mengatakan: Aku berkata, ”Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Tuhan kita?”
Rasulullah menjawab, ”Benar. Apakah kalian meragukan dalam melihat matahari dan bulan purnama di malam purnama?”
Kami menjawab, ”Tidak.”
Beliau berkata, ”Demikian pula kalian tidak akan meragukan dalam melihat Tuhan kalian. Tidak ada seorang pun laki-laki yang tersisa di majelis tersebut kecuali Allah mengajak bicara dengannya, sehingga Allah berkata kepada salah seorang laki-laki di antara mereka, ’Wahai Fulan bin Fulan, apakah kamu ingat hari ini dan itu?’ Allah mengingatkan tentang kesalahan-kesalahan laki-laki itu sewaktu di dunia.
Kemudian laki-laki itu berkata, ’Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah mengampuni aku?’
Allah berkata, ’Benar. Luasnya ampunan-Ku sehingga engkau dapat mencapai derajatmu ini.’
Tatkala mereka dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba mendung menutupi mereka dari arah atas. Mendung itu lalu menghujani mereka dengan wewangian yang baunya belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Dan Allah Tabaraka wa Ta’ala berkata, ’Berdirilah kepada sesuatu yang Aku siapkan untuk kalian berupa kemuliaan. Ambilah apa yang kalian inginkan.’
Kemudian kita mendatangi pasar yang dikelilingi oleh para malaikat, yang mana hal seperti itu belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terdetak di dalam hati. Kemudian kita dibawakan sesuatu yang kita inginkan yang tidak dijual juga tidak dibeli. Di dalam pasar tersebut para penghuni surga saling bertemu satu sama lain.
Salah seorang laki-laki yang memiliki derajat tinggi bertemu dengan orang yang derajatnya lebih rendah darinya—dan di sana tidak ada orang yang rendah—kemudian dia terpesona dengan pakaian yang dilihatnya. Maka percakapan tidak berakhir hingga dia merasa bahwa apa yang dimilikinya lebih baik. Hal tersebut disebabkan bahwasanya tidak pantas bagi seseorang untuk bersedih di sana.
Kemudian kita pulang ke tempat tinggal – tempat tinggal kita lalu bertemu dengan istri-istri kita. Para istri itu berkata, ’Marhaban wa Ahlan. Sungguh engkau telah datang, dan sesungguhnya ketampanan yang ada padamu lebih baik lagi dibandingkan saat engkau meninggalkan kami.’ Kemudian laki-laki itu berkata, ’Sesungguhnya kami duduk-duduk bersama Rabb Kami Al-Jabbar dan kami mendapatkan sesuatu tatkala kembali sebagaimana kami kembali sekarang ini.
” (HR Tirmidzi)

bersambung…

oleh: An Nisaa Gettar

sumber: Kumpulan Hadits Qudsi Pilihan oleh Syaikh Fathi Ghanim

Leave a Reply