Pada pembahasan sebelumnya telah disampaikan bahwa calon-calon penghuni neraka antara lain adalah orang yang menyekutukan Allah Swt (berbuat syirik) dan orang yang membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas calon penghuni neraka yang lainnya, yaitu orang yang meninggalkan atau melalaikan shalat fardhu.

C. Orang yang meninggalkan atau melalaikan shalat fardhu

Rukun Islam yang kedua adalah shalat. Shalat merupakan tiang agama. Sudah jelas dalam al-Quran maupun hadits bahwa bagi orang yang meninggalkan shalat fardhu, maka ia berdosa. Mengapa demikian? Karena saat kita dengan sengaja meninggalkan atau tidak mengerjakan shalat fardhu, berarti kita telah meruntuhkan tiang agama.




[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Menyekutukan Allah (bag. 1)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Membunuh Tanpa Alasan yang Dibenarkan (bag. 2)]

Shalat merupakan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala yang langsung diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Perlu juga kita ingat kembali betapa Rasulullah sangat memperjuangkan perintah shalat dari 50 menjadi 5 waktu. Beliau sampai beberapa kali menemui Allah swt dan meminta agar jumlah waktu shalat yang banyak itu dikurangi menjadi lebih sedikit, sebab umatnya tidak akan mampu mengerjakannya.

Banyak pula hadits-hadits yang menceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah saw meminta kepada Allah Ta’ala agar mengurangi perintah shalat. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita sebagai umatnya menghargai perjuangan Rasulullah saw dengan mengerjakan shalat lima waktu secara istiqamah. Sebab, jika beliau tidak peduli terhadap kita umatnya, maka kita akan mengerjakan shalat fardhu sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Dan, jika hal itu terjadi, kemungkinan banyak orang yang akan meninggalkan shalat fardhu tersebut. Sebab, yang lima waktu saja, kebanyakan orang tidak mengerjakan atau lalai dengan sengaja.

Allah Ta’ala mengatakan dalam surah Maryam ayat 59 tentang balasan bagi orang-orang yang meninggalkan shalat fardhu, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”

Sedangkan, yang dimaksud dengan meninggalkan shalat fardhu bukan tidak mengerjakannya, tetapi dapat dikatakan juga menunda atau lalai waktu hendak mengerjakannya. Sa’id bin Musayyab berkata bahwa yang dimaksud dengan meninggalkan shalat fardhu adalah tidak segera shalat Zhuhur sampai datang waktu Ashar, tidak segera shalat Ashar hingga datang waktu Magrib, tidak segera shalat Magrib sampai datang waktu Isya, begitu juga tidak segera shalat Isya sampai datang waktu Subuh, tidak segera shalat Subuh sampai terbit matahari.

Maka, barang siapa yang melakukan hal itu dan tidak bertaubat, niscaya Allah Ta’ala akan menetapkannya sebagai orang yang tersesat ke jurang Jahannam. Allah swt menegaskan dalam Al-Quran sebagaimana firman-Nya berikut:

Maka, celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. al-Maa’uun : 4-5)

Balasan Allah swt tidak hanya di akhirat (neraka) bagi orang-orang yang meninggalkan atau melalaikan shalat fardhu, tetapi Allah swt akan menyiksanya dengan beberapa macam siksa yang berjumlah lima belas siksaan. Adapun siksa tersebut terdapat enam siksa di dunia, tiga siksaan ketika meninggal dunia, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah swt.

1 2