“Tidak ada seorang pun laki-laki yang tersisa di majelis tersebut kecuali Allah mengajak bicara dengannya….. dan seterusnya.” Maknanya adalah bahwa Allah Swt mengajak bicara orang tersebut dengan mengingatkannya atas amal perbuatannya. Setelah Allah menyebutkan tentang kesalahan-kesalahan orang tersebut, Allah juga mengingatkan nikmat yang telah diberikan-Nya berupa ampunan dan kasih sayang. Maksudnya kemaksiatan-kemaksiatan besar yang dilakukannya sebagai bentuk pencideraan atas taklif yang diemban oleh setiap manusia.

[baca sebelumnya: Mengenal Apa Itu Pasar Surga (Bag 1)]

Di pasar tersebut orang-orang mukmin saling bertemu satu sama lain, saling berkenalan, dan saling mengucapkan selamat. Mereka pun satu sama lain saling berbahagia. Tidak ada kesedihan di surga dan tidak ada yang mengungguli satu sama lain. Semuanya ridha atas apa yang mereka dapatkan. Mereka berbahagia dan bergembira. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Swt, “Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara.” (QS. Al-Hijr [15] : 47)




Pada hadits yang lain dapat kita temukan informasi bahwa pasar di surga dikunjungi oleh para penghuninya di setiap hari Jum’at.

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya di surga ada pasar, mereka mendatanginya setiap hari Jum’at, angin dari utara berhembus lalu menerpa wajah-wajah mereka dan pakaian-pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan menawan. Mereka kembali ke keluarga mereka dengan penampilan yang lebih indah dan menawan. Keluarga-keluarga mereka berkata pada mereka, “Demi Allah, kau semakin indah dan menawan setelah kami”. Mereka berkata, “Kalian juga, Demi Allah, lebih indah dan menawan setelah kami“. (HR Muslim)

Hadits diatas mengabarkan kepada kita bahwa di surga ada pasar yang didatangi oleh para penghuni surga setiap hari Jum’at. Keistimewaan pasar di surga tersebut adalah saat mereka keluar dari pasar itu dan kembali keluarga mereka, maka mereka mendapati wajah dan pakaian mereka menjadi semakin indah dan menawan. Pakaian dan wajah baru yang lebih indah dan menawan, mereka dapatkan dalam pasar tersebut, saat berhempus angin dari utara yang menerpa wajah dan pakaian mereka. Sementara dalam hadits yang terdapat dalam kitab hadits Imam Ahmad, yaitu Musnad Ahmad, juga dikatakan bahwa dalam pasar surga itu terdapat kepulan misk (minyak wangi) dan hembusan angin membuat wajah para penghuni surga, pakaian mereka dan rumah mereka dipenuhi oleh aroma wangi misk.

Dalam kitab hadits Musnah Ahmad, dikatakan dari Anas bin Malik ra,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Penduduk surga memiliki sebuah pasar yang mereka datangi setiap hari Jum’at, disana terdapat kepulan misk (minyak wangi). Jika mereka ke sana angin berhembus hingga wajah-wajah mereka, pakaian-pakaian mereka serta rumah mereka dipenuhi dengan aroma misk hingga mereka bertambah tampan dan elok. Lalu mereka mendatangi istri-istri mereka, maka (para istri) berkata, “sungguh kalian makin bertambah tampan dan elok”, dan mereka berkata pada istri-istri mereka, “dan setelah kami kalian juga makin bertambah cantik dan elok“. (HR. Ahmad)

Kenikmatan lain di pasar surga, seperti dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, adalah setiap penghuni surga dapat memilih bidadari yang diinginkannya di pasar tersebut.

Sesungguhnya di surga ada pasar yang tidak di berlakukan jual beli di dalamnya, kecuali gambar wanita dan laki laki. Jika seorang lelaki tertarik dengan salah satu gambar wanita, dia cukup masuk ke dalamnya dan di dalamnya sudah tersedia sekumpulan bidadari bermata jeli, mereka mengangkat suara yang tidak pernah didengar oleh makhluk sama sekali, mereka mengatakan; ‘Kami kekal tidak mati, kami selalu ridla tidak pernah marah, dan kami selalu senang tidak pernah sengsara, beruntunglah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami miliknya.” (HR Ahmad, hadits ini dhaif atau lemah menurut Muhammad Nashiruddin Al- Albani)

Semoga Allah memberi rezeki kepada kita dengan mendapatkan surga dan kenikmatan-kenikmatan di dalamnya. Semoga Allah juga memberi nikmat kepada kita sehingga bisa melihat wajah-Nya yang mulia, serta mengumpulkan kita bersama para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang shalih–dan merekalah sebaik-baik teman. Segala puji hanya bagi Allah Tuhan alam semesta. Semoga Allah memberi rahmat kepada mereka semua, dan memberi manfaat kepada kami atas sunah-sunah Rasulullah. Aamiin.

 

oleh: An Nisaa Gettar

sumber: Kumpulan Hadits Qudsi Pilihan oleh Syaikh Fathi Ghanim