Hati Yang Selalu Terkait Masjid




Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dinegeri ini perkembangan masjid cukup signifikan. Pada tahun 2010 saja ada sekitar 800 ribu masjid berdiri dan tersebar di berbagai pelosok tanah air. Banyak masjid yang dibangun dengan biaya ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Tentu saja, masjid tersebut tidak hanya berdiri megah tapi juga dikelola dan dimakmurkan.

Masjid yang dibangun dengan megah dan indah serta berarsitektur modern hanya akan menjadi bangunan bisu jika sepi dari kegiatan umat. Inilah yang menjadi pesan Rasulullah saw kepada umat Islam, “Hari kiamat tidak akan terjadi sampai manusia bermegah-megah dalam membangun masjid.”(HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Ibnu Majah)




Abdullah Al-Asiri adalah seorang kakek berusia 77 tahun. Ia tinggal disebuah desa di Arab Saudi. Ia senantiasa shalat berjamaah dimasjid meski kondisinya cacat. Ia ke masjid sambil merangkak dengan sokongan kedua tangannya. Koran Sabq melansir, pada hari Jumat kakek ini pergi ke masjid dengan merangkak sejauh tiga kilometer sebelum ada tumpangan kendaraan umum. Meski demikian ia lebih sering mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Subhanallah. Jika orang usia lanjut saja mampu berbuat demikian, bagaimana dengan orang yang masih kuat dan segar bugar?

Pada zaman Rasulullah, ada seorang sahabat yang buta. Ia bernama Ummi Maktum. Mulanya ia memohon keringanan untuk tidak berjamaah di masjid. Katanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya banyak sekali hal yang mengerikan dan binatang buas di kota (Madinah).” Rasulullah bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan hayya ‘alash shalah dan Hayya ‘alal falah (marilah shalat dan marilah mencapai kebahagiaan)?” Ia berkata, “Ya”. Rasulullah berkata, “Hayyahala (penuhilah kedua ajakan itu).” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Bersyukurlah jika seorang muslim senantiasa bergembira tatkala mendengar azan berkumandang. Ia melepaskan kesibukan dunianya dan menuju masjid untuk menghadap sang Khalik penuh kekhusyukan. Itulah salah satu tanda hati yang selalu terpaut dengan masjid.

Seorang muslim yang hatinya senantiasa merindu untuk berada dan beribadah di masjid akan mendapat naungan (perlindungan) ketika tidak ada perlindungan selain naungan-Nya di akhirat kelak.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Tujuh golongan manusia yang akan berada di bawah naungan Allah dimasa tidak ada naungan kecuali naungan-Nya adalah pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, laki-laku yang hatinya terpaut di masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; berjumpa dan berpisah karena-Nya, seorang lakki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang terpandang dan cantik, kemudian berkata,’Sungguh aku takut kepada Allah’,orang yang bersedekah dengan suatu sedekah kemudian ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di infakkan oleh tangan kanannya, dan orang yang mengingat Allah saat sendirian lalu air matanya mengalir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi menerangkan sabda Rasulullah saw yang berbunyi, “Seseorang yang hatinya terpaut kepada masjid” (tersebut) adalah orang yang sangat mencintai masjid dan selalu shalat berjamaah di dalamnya, bukan orang-orang yang hanya sering duduk atau berdiam di masjid.

Semoga kita termasuk dalam golongan orang dengan hati yang selalu terkait dan terikat dengan masjid. Aamiin.

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku ‘200 Amalan Shaleh Berpahala Dahsyat’)

Leave a Reply