Aksi Protes Penutupan Masjid di Roma




Ratusan umat muslim melangsungkan shalat Jumat di sebelah bangunan Colosseum Roma pada hari Jumat (21/10/2016) lalu. Pelaksanaan shalat jamaah di dekat bangunan sejarah tersebut sekaligus wujud aksi protes atas penutupan beberapa masjid yang ada di Roma, serta seruan kepada pemerintah kota agar melindungi hak beragama muslim Itali. Sebagaimana dilansir oleh laman Reuters (25/10/2016), para jamaah berlutut di atas tikar dan kain terpal yang tergelar di atas aspal beberapa meter dari bangunan teater kuno tersebut. Beberapa jamaah tampak membawa poster-poster yang bertuliskan “Peace” dan “Open the mosques“.

Setidaknya ada 1,6 juta umat muslim yang tinggal di Itali, tetapi hanya ada segelintir masjid saja yang terdaftar secara resmi di catatan pemerintahan. Sebagian besar kegiatan ibadah terpaksa berlangsung di rumah-rumah dan pusat-pusat budaya Islam–yang meskipun akhirnya mendorong opini para politisi sayap kanan bahwa hal ini menyulitkan mereka untuk memantau risiko aksi radikal, khususnya kekhawatiran penyerangan kelompok militan di Eropa. Karena itu, Menteri Dalam Negeri, Angelino Alfano, mengatakan bahwa ‘masjid-masjid buatan’ (maksudnya adalah sebuah tempat bukan masjid yang digunakan untuk beribadah) sudah seharusnya dilarang.




Organisasi yang memimpin aksi protes ini, Dhuumcatu Association, mengatakan bahwa polisi telah menutup tiga masjid di Roma dalam beberapa bulan terakhir. Sikdir Bulbur, pria 41 tahun keturunan Bangladesh yang telah menjadi warga Italia dan tinggal di negara tersebut selama 16 tahun, sambil meletakan poster berisi protes di tiang lampu dekat Colosseum, mengatakan bahwa masjid yang telah dibangun sejak 2012 ditutup pada bulan September lalu. “Shalat Jumat sangat penting bagi kami, sehingga kami pun terpaksa melakukannya di dekat Colosseum. Lagipula di mana lagi kita bisa melakukannya?” ujarnya.

Politisi sayap kanan Giorgia Meloni–yang juga pemimpin Imigrasi Liga Utara–mengkritik bahwa ia tidak terima dengan para muslim yang melakukan ibadah di dekat Colosseum. Dhuumcatu Association mengatakan, jika terjadi masalah seperti ini seharusnya ada aturan yang lebih jelas perihal pembangunan masjid di Itali. Peristiwa ini membuat para muslim  di sana merasakan ketidakadilan atas hak fasilitas beribadah mereka. Asosiasi ini melalui halaman Facebook menyampaikan bahwa tidak ada peraturan yang relevan terkait hal ini, sehingga mereka belum bisa menemukan solusi permasalahan yang terjadi dengan pemerintah.

(Foto: REUTERS/Tony Gentile)

(Foto: REUTERS/Tony Gentile)

(Foto: REUTERS/Tony Gentile)

(Foto: REUTERS/Tony Gentile)

 

 

Semoga para saudara-saudara muslim di Italia dikuatkan oleh Allah Swt untuk memperjuangkan agama Islam di ranah minoritas, serta senantiasa bisa menebarkan nilai-nilai Islam di hadapan para non-muslim. Rasulullah Saw menyampaikan dalam sebuah hadits, “Barangsiapa yang memelopori suatu kebaikan dalam Islam, baginya pahala semisal dengan orang yang melakukannya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala yang diperoleh orang yang melakukan tersebut.” (HR. Muslim); juga dalam hadits lainnya beliau berkata, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan baginya pahala yang semisal orang yang melakukan kebaik tersebut.” (HR. Muslim)

 

 

 

 

 

Leave a Reply