Pada artikel-artikel sebelumnya telah dibahas bahwa calon-calon penghuni neraka antara lain adalah orang yang menyekutukan Allah Swt (berbuat syirik), orang yang membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan, orang yang meninggalkan atau melalaikan shalat fardhu dan orang munafik.

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Menyekutukan Allah (bag. 1)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Membunuh Tanpa Alasan yang Dibenarkan (bag. 2)]




[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Meninggalkan atau Melalaikan Shalat (bag. 3)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Munafik (bag. 4)]

Selanjutnya calon penghuni neraka adalah:

E. Durhaka kepada Orang Tua

Mungkin hampir dari kita semua pernah berbuat tidak sopan kepada orang tua, misalnya berkata tidak sopan, membentak, tidak mendengarkan nasihatnya, membuat mereka kecewa, marah, jengkel dan bahkan sampai membuat mereka menangis karena ulah kita. Apakah sikap-sikap seperti layak dikatakan orang yang berbakti kepada orang tua? Dan apakah pantas perlakuan seperti itu yang menjadi balasan terhadap orang tua yang selama ini merawat kita sejak kecil sampai sekarang, sampai kita dewasa ini, sampai kita sendiri punya anak juga? Apakah kita pantas melukai hati orang tua, terutama ibu, yang begitu penuh kasih kepada kita?

Ibulah yang sangat dekat dan berjasa kepada kita. Memang, ayah juga sangat banyak berbuat kepada kita dengan mencari nafkah untuk kelangsungan hidup keluarga. Tetapi, kebanyakan sang ibulah yang selalu memberi kasih sayang lebih kepada kita. Seperti yang sudah di singgung dalam hadits Rasulullah saw sebagaimana berikut :

Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad dan bertanya, ‘Siapakah manusia yang lebih berhak saya hormati dengan baik? Beliau menjawab, ‘Ibumu! Bertanyalah seorang laki-laki itu, kemudian siapa?’ Ia menjawab, ‘Ibumu!’ Ia bertanya lagi, kemudian siapa lagi?’ Ia menjawab, ‘Ibumu! Ia bertanya lagi, kemudian siapa lagi?’ Ia menjawab, ‘Ayahmu!” (HR.Bukhari dan Muslim)

Pemaparan hadits tersebut telah memberi penjelasan kepada kita bahwa orang tua wajib dihormati, terutama ibu. Sebab, durhaka kepada orang tua merupakan perbuatan dosa. Sehubungan dengan pemaparan ini, dalam Al-Quran, Allah swt menjelaskan melalui firman-Nya :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Rabbku, tunjukilah Aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termassuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. al-Ahqaaf : 15)

Ayat diatas memberi kita cerminan supaya tunduk dan patuh kepada orang tua. Sebab, apabila seorang anak durhaka kepada orang tua, maka dalam menjalani hidup ia tidak akan menemukan kebahagiaan, justru akan mendapatkan kendala-kendala berat, frustasi, sulit meraih kesuksesan, dan sebagainya. Bahkan, yang lebih ngeri lagi jika menghadapi sakratul maut yang sangat menderita. Semoga kita tidak terjerumus terhadap perbuatan yang seperti itu, dan sekiranya sudah berbuat, maka cepat-cepatlah meminta maaf kepada orang tua.

Bahkan, Allah swt mengingatkan kita dan menegaskan dalam firman-Nya berikut :

Dan, Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik)kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS.Luqman :14)

Mengenai hal ini, Rasulullah saw pun bersabda, “Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, dan durhaka kepada orang tua, dan membunuh manusia dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari)

1 2