Kunci-Kunci Diluaskannya Rezeki (bag. 1)




Tidak ada satu makhluk melatapun dimuka bumi kecuali Allah yang menanggung rezekinya, dan Dia yang mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS Huud[11] : 6)

Dalam menjalani kehidupan, kita seharusnya meyakini bahwa rezeki kita masing-masing telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Apabila rezeki kita habis, maka tidak mungkin kita bertahan hidup didunia. Ada beberapa hal yang dapat menjadi sebab-sebab dilapangkannya rezeki seseorang hamba, yaitu:

1. Banyak memohon ampun




Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: “Mohonlah ampunlah kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (QS Nuh[71] : 10-12)

2. Menjaga diri diatas ketakwaan

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”(QS Ath Thalaaq[65] : 2-3)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tapi kekayaan adalah yang ada di hati” (HR.Bukhari Muslim)

3. Bertawakal kepada Allah swt

Diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah saw bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung diberi rizki. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR.Ahmad)

Rukun agar tawakkal terwujud secara nyata :

a. menyerahkan urusannya kepada Allah Ta’ala

b. menjalani sebab-sebab untuk mencapai tujuan tersebut

c. meyakini apabila kenikmatan tersebut datang semuanya adalah semata dari Allah swt.

Misalnya saja, ketika kita sakit, kita menyerahkan urusan sakit tersebut kepada Allah, akan tetapi kita tetap berobat, berusaha menyembuhkan penyakit tersebut. Akan tetapi setelah sembuh kita harus mengatakan, bahwa kesembuhan yang kita dapat tak lepas dari karunia dari Allah Azza Wa Jalla.

4. Mensibukkan diri dengan ibadah

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah mengabarkan bahwa Allah swt berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai hamba-hambaku, hendaknya kalian memenuhi waktu (konsentrasi) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.”

5. Mensyukuri nikmat-Nya

Allah swt berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim :7)

Rukun untuk mewujudkan kenikmatan adalah memuji Allah swt dengan lisan kita, dan mengakui dalam hati bahwa semua nikmat tersebut datangnya hanya dari Allah Ta’ala.

bersambung…

oleh : Chairunnisa Dhiee

sumber: buku saku Mimbar Jumat, oleh Ust. Dzulqarnain dan Buya H.M Alfis Chaniago

Leave a Reply