Janganlah berputus asa atas rahmat Allah. Sungguh, tiada orang yang berputus asa atas rahmat Allah kecuali orang yang kafir.” (QS Yusuf[12] : 87)

Aku tidak pernah membayangkan bahwa dalam hati orang yang beriman kepada Allah swt dapat dihinggapi penyakit putus asa dan pesimis. Betapapun gelapnya jalan yang akan dilalui, beratnya penderitaan yang menimpa, dan tegarnya halangan merintang.

Al-Quran menempatkan rasa putus asa ini sama kedudukannya dengan kekufuran dan sejajar dengan kesesatan. “Tiada yang berputus harapan mengenai rahmat Rabb-nya kecuali orang-orang yang sesat.” (QS Al-Hijr[15] : 56)




Dan Al-Quran pun telah menegaskan adanya undang-undang alam (sunnahtullah)yang tak akan terganti, “Begitulah hukum Allah yang berlaku terhadap orang-orang yang terdahulu, dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada hukum Allah itu.” (QS Al-Ahzab[33] : 56)

Sesungguhnya, hari-hari itu beredar diantara manusia, senantiasa berganti dan bertukar, keadaan pun senantiasa berubah. Orang yang kuat tidak selamanya kuat, yang berkuasa tidak selamanya berkuasa, yang lemah tidak selamanya lemah. Keadaan itu akan silih berganti menimpa umat dan bangsa sebagaimana yang terjadi pada perorangan :

Dan hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia, karena Allah hendak menunjukkan siapa yang benar-benar beriman dan siapa pula yang gugur di antaramu yang dapat disebut syuhada. Namun Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (QS Ali Imran[3] : 140)

Hikmah Allah swt pada semua itu ialah hendak menguji orang-orang mukmin, hendak mencobai orang-orang yang benar, hendak membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Lalu dijadikannya yang buruk itu berlaku hantam sesamanya, saling menjatuhkan satu sama lain. Kemudian semua yang buruk itu ditenggelamkan dalam neraka Jahannam.

Karena Allah hendak memisahkan golongan yang buruk dari golongan yang baik dan meletakkan golongan yang buruk itu diatas yang lain semuanya bertumpang tindih sesamanya, untuk kemudian dimasukkannya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS Al-Anfal[8] : 37)

Dan balasan untuk orang-orang yang benar dan konsisten juga komitmen pada kebenaran, Allah swt berikan pertolongan dan kemenangan di dunia dan Allah swt berikan ganjaran dan ampunan di akhirat.

Dan akan Kami uji kamu sehingga Kami tahu siapa di antara kamu yang berjihad dan siapa yang sabar. Dan Kami kan menguji berita-berita mengenai kamu.” (QS Muhammad[47] :31)

Apakah kamu kira bahwa kamu masuk surga, sedangkan Allah tiada mengenal orang yang berjihad di antara kamu dan orang yang menunjukkan kesabaran?” (QS Ali Imran[3] : 142)

Apakah kamu mengira bahwa kamu masuk surga tanpa cobaan seperti yang menimpa orang yang sebelum kamu? Malapetaka dan sengsara menimpa mereka, dan hatinya demikian berguncang, sehingga Rasul dan orang yang beriman bersamanya berkata, “Bilakah datang pertolongan Allah?” Sungguh, pertolongan Allah selalu dekat.” (QS Al – Baqarah[2] : 214)

 

bersambung …

 

oleh: Syaikh Hasan Al-Banna  (buku Cahaya Dari Balik Kabut)