Perbincangan Allah dengan Penghuni Surga




Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.” (QS. Al Baqarah [2]: 24-25)

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala telah menyampaikan melalui ayat tersebut bahwa Dia akan memberikan ganjaran berupa surga bagi hamba-Nya yang beriman. Sebagai muslim tentu kita harus meyakini bahwa surga merupakan suatu balasan yang sangat mulia bagi seorang hamba. Lebih dari itu, para penghuni surga juga dapat berjumpa dengan Allah Swt, bahkan berbincang.




Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah berkata kepada penghuni surga, ’Wahai penghuni surga.’ Mereka menjawab, ’Kami sambut panggilan-Mu wahai Rabb kami dan kami bahagia.’ Kemudian Allah berkata, ’Apakah kalian ridha?’ Mereka berkata, ’Bagaimana kami tidak ridha, sedangkan Engkau telah memberikan kepada kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu.’ Kemudian Allah berkata, ’Aku akan memberikan kepada kalian sesuatu yang lebih baik daripada itu.’ Mereka berkata, ’Wahai Rabb ku, adakah sesuatu yang lebih baik daripada itu?’ Kemudian Allah berkata, ’Aku halalkan untuk kalian semua ridha-Ku sehingga Aku tidak akan membenci kalian untuk selama-lamanya.” (HR. Bukhari)

Penjelasan Al Qasthalani menyampaikan bahwa hadits tersebut merupakan isyarat dari firman Allah Swt pada surat At-Taubah ayat 72, “Dan keridhaan Allah adalah lebih besar.” Sebab, ridha Allah adalah sebab yang mendatangkan kesuksesan dan kebahagiaan. Setiap orang yang mengetahui bahwa Tuannya ridha kepadanya, niscaya dia akan merasakan kesejukan dan hatinya merasakan nikmat dibandingkan nikmat-nikmat yang lain, sebab di dalamnya terkandung pengagungan dan pemuliaan.

Masih dalam penjelasan Al Qasthalani, Ath-Thibi radhiallahu ‘anhu mengatakan: Dari jenis-jenis karomah yang paling besar adalah melihat Allah Swt.  Keridhaan yang agung pantas untuk dinisbatkan kepada Allah Dzat Yang Maha Memberi yang pemberiannya berlimpah ruah. Dan salah satu pemberian Allah adalah orang-orang mukmin dapat melihat-Nya di akhirat. Inilah jenis karomah yang paling besar. Oleh karena itu, makna hadits tersebut sesuai dengan ayat Al-Qur’an, di mana Allah menisbatkan keridhaan pada diri-Nya dengan mengatakan, ”Aku halalkan untuk kalian ridha-Ku.” Kata ridha dijadikan sebagai penghargaan atas tamu yang datang kepada Allah, Yang Maha Merajai lagi Mahaagung.

Dalam hadits lainnya, juga disebutkan bagaimana Allah Swt bercakap dengan calon penghuni surga, yaitu orang terakhir yang diselamatkan dari api neraka berkat rahmat Allah Swt. Beliau bersabda, “Manusia yang terakhir kali masuk surga dan terakhir keluar dari neraka adalah seseorang yang keluar dengan merangkak, lantas Rabbnya berkata, ‘Masuklah kamu ke dalam surga.’ Orang tersebut kemudian berkata, ‘Wahai Rabbku, surga telah sesak.’ Allah pun mengulang firman-Nya hingga tiga kali, namun si hamba terus menjawabnya dengan mengatakan, ‘surga sudah penuh.’ Maka Allah berfirman, ‘Sesungguhnya surga bagimu seperti dunia dikalikan sepuluhnya.'”

Allahu a’lam bish shawwab…

 

oleh: An Nisaa Gettar

sumber: Kumpulan Hadits Qudsi Pilihan oleh Syaikh Fathi Ghanim

 

 

 

Leave a Reply