Shalat di Masjid Nabawi Lebih Baik Dari Seribu Shalat di Masjid Lain




Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Masjid Nabawi adalah salah satu masjid utama di kota Madinah. Masjid Nabawi juga merupakan masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidilharam di kota Mekah. Dalam sejarahnya, masjid Nabawi merupakan masjid kedua yang dibangun oleh baginda Rasul saw.

Rasulullah saw turut membangun masjid Nabawi dengan tangan beliau sendiri, dan bersama-sama dengan para sahabat serta kaum muslimin pada masa itu. Masjid Nabawi sendiri berlokasi tepat di tempat unta tunggangan baginda Rasulullah saw menghentikan langkahnya. Lokasi itu awalnya merupakan tempat penjemuran buah kurma milik dua bersaudara yatim, yakni Sahl dan Suhail bin Amr. Rasulullah saw kemudian membeli tempat tersebut dan membangun masjid dan tempat kediaman beliau.




Pada awalnya, tembok di keempat sisi masjid Nabawi ini terbuat dari batu bata dan tanah, atap masjid pun hanya dari daun kurma, serta tiang-tiang penopang masjid yang juga dari batang kurma. Sebagian atas masjid di biarkan terbuka. Selama sembilan tahun pertama awal berdirinya Masjid Nabawi, masjid ini tidak ada atau tanpa penerangan saat malam hari. Hanya pada waktu shalat Isya ada sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Di sisi yang lain dibangun kediaman Rasulullah saw, dengan ukuran yang tidak seberapa besar. Selain itu juga, terdapat bagian yang digunakan sebagai tempat kaum fakir miskin yang tidak memiliki rumah, dapat menetap di bagian tersebut. Kaum ini dikenal dengan sebutan ahlussufah atau para penghuni teras masjid.

Masjid Nabawi mulai direnovasi pertama kali oleh Khalifah Umar bin Khattab ra. Kemudian dalam perkembangannya, perluasan masjid Nabawi kembali dilakukan dan dilanjutkan oleh pemerintah Saudi Arabia di bawah pimpinan Raja Fahd pada tahun 1414 Hijriyah.

Renovasi ini sekaligus memperluas Masjid Nabawi dan menjadikan masjid ini memiliki daya tampung hingga setengah juta jamaah. Masjid Nabawi terus mengalami pengembangan selanjutnnya hingga pemerintahan saat ini.

Keutamaan shalat di masjid Nabawi adalah 1000 kali lebih baik dibandingkan shalat di masjid yang lain. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Shalat dimasjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di masjid itu (Masjidil Haram) lebih baik dari seratus shalat di masjid ini (Masjid Nabawi).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Pada umumnya jamaah yang melakukan ibadah haji atau umrah biasanya akan mengunjungi kota Madinah. Dikota inilah Rasulullah saw berhijrah dan melakukan dakwah hingga akhir hayatnya. Jadi, sangat disayangkan jika para jamaah yang sudah sampai di kota Madinah tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk memperbanyak shalat di Masjid Nabawi.

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku ‘200 Amal Shaleh Berpahala Dahsyat’ karya Abdillah F. Hasan)

Leave a Reply