Optimisme dan Pesimisme (bag. 3)




Al-Quran, sebagai firman Allah ini, menegaskan bahwa Allah Ta’ala akan memberikan bantuan kepada orang-orang yang sabar yang tidak pernah dihinggapi rasa pesimis dan putus harapan bahwasanya mereka akan memperoleh kekuatan karena rahmat dan kekuasaan Allah. Suatu kekuatan yang melebihi kekuatan semua makhluk. Suatu kekuatan yang tak dapat dicapai oleh usaha manusia semata-mata, dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri :

Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”  (QS Al-Maidah[5] : 23)

[baca sebelumnya: Optimisme dan Pesimisme]




[baca sebelumnya: Optimisme dan Pesimisme (bag. 2)]

Kadang-kadang tidak terlintas dalam hati orang-orang mukmin yang sabar itu bahwa mereka akan dapat mencapai hal ini dengan begitu mudah, atau akan terwujud apa yang mereka cita-citakan dan mereka harapkan. Memang Allah Yang Mahaluhur mendekatkan kepada mereka apa-apa yang jauh, memudahkan apa yang sukar, dan menyempurnakan pertolongan kepada mereka tanpa mereka duga sebelumnya.

Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka. (QS Al-Hasyr[59] : 2-3)

Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (QS Al-Ahzab[33] : 25-27)

Maka, wahai orang-orang yang beriman kepada kitab Al-Quran yang mulia ini, apakah pantas kita mengatakan, “Apakah yang akan kita perbuat padahal kita hanyalah kaum yang lemah sedangkan mereka adalah bangsa yang kuat?”

Apakah dapat dikatakan sebagai sikap yang baik jika salah seorang dari kita surut ke belakang padahal dalam hati kita terdapat rasa optimisme yang besar dan dibelakangnya ada pertolongan yang akan menguatkan perjuangan kita?

Ya Allah, mudah-mudahan tidak ada yang demikian…

 

Oleh : Syaikh Hasan Al-Banna  (buku Cahaya Dari Balik Kabut)

Leave a Reply