Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dosa menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Bukhari dan Muslim)

1. Syirik kepada Allah




“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah [5]: 72)

Salah satu yang termasuk dalam syirik akbar adalah ruku dan sujud kepada makhluk, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Contoh lain adalah tawaf dan berdiam di makam orang shalih, bernadzar dan menyembelih untuk makhluk, memohon bantuan dan perlindungan kepada makhluk dalam perkara yang hanya Allah yang bisa memberikannya, seperti halnya meminta turunnya hujan, menyembuhkan orang yang sakit, dan semacamnya. Jika seorang hamba melakukan salah satu dari amalan ini dan jika dia telah terjatuh dalam amalan syirik akbar, maka Allah tidak akan mengampuninya apabila dia meninggal dalam keadaan belum bertaubat.

2. Sihir/magis

Sihir bukan hanya merusak pelakunya, tetapi juga seringkali akan merusak orang-orang yang ada di sekitarnya. Hakikat dari sihir adalah seorang penyihir meminta bantuan dan perlindungan kepada jin-jin kafir untuk melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan manusia normal, dengan syarat si penyihir tersebut harus menyerahkan ibadah dan taqarrub kepada jin-jin tersebut. Semua bentuk sihir adalah pengajaran dari setan, sebagaimana Allah Swt jelaskan dalam firman-Nya.

“Hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. Al Baqarah [2]: 102)

3. Membunuh tanpa hak

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara dzalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (QS. Al Isra [17]: 33)

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisaa [4]: 93)

Dari Abdullah bin Umar r.a. dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Seorang mukmin masih dalam kelonggaran agamanya selama dia tidak menumpahkan darah haram tanpa alasan yang dihalalkan.” (HR. Bukhari)

Salah satu contoh membunuh tanpa hak adalah membunuh seorang mukmin, kafir dzimmi, kafir mu’ahad, dan kafir musta’man.

bersambung…

sumber: Mimbar Jumat, 7 Amalan yang Membinasakan