Pada artikel-artikel sebelumnya telah dibahas bahwa calon-calon penghuni neraka antara lain adalah orang yang menyekutukan Allah Swt (berbuat syirik), orang yang membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan, orang yang meninggalkan atau melalaikan shalat fardhu, orang munafik, orang yang durhaka kepada orang tua, pelaku zina dan orang yang memakan harta anak yatim.

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Menyekutukan Allah (bag. 1)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Membunuh Tanpa Alasan yang Dibenarkan (bag. 2)]




[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Meninggalkan atau Melalaikan Shalat (bag. 3)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Munafik (bag. 4)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Durhaka kepada Orang Tua (bag. 5)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Pelaku Zina (bag. 6)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Orang yang Memakan Harta Anak Yatim (bag. 7)]

Selanjutnya yang juga calon penghuni neraka adalah:

H. Orang yang meminum minuman keras

Minuman keras adalah minuman yang mengakibatkan peminumnya kehilangan kesadaran (mabuk), tidak peduli jenisnya apa saja. Tentunya, yang dimaksud itu minuman yang banyak mengandung alkohol. Dan, semua minuman yang memabukkan hukumnya haram. Tentang hal ini juga ditegaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda :

“Semua yang memabukkan itu hukumnya haram.” (HR.Muslim)

Karena meminum minuman keras itu diharamkan, maka orang yang meminumnya diberikan hukuman di dunia dan di akhirat. Adapun hukuman yang diterima di dunia dalam syariat Islam adalah dicambuk. Dalam sebuah hadits riwayat dari Anas dijelaskan bahwa suatu ketika Rasulullah saw bersabda :

Nabi saw mencambuk dalam perkara khamar dengan pelepah kurma dan dengan sandal. Abu bakar mencambuk dalam perkara khamar sebanyak 40 kali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, orang yang meneguk minuman keras ibadah shalatnya tidak diterima Allah swt selama empat puluh hari. Mari kita simak hadits berikut:

Barang siapa meminum khamar, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Jika ia bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Akan tetapi, jika ia kembali melakukannya maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Jika ia bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Namun, jika ia kembali lagi melakukannya, maka Allah tidak akan menerima lagi shalatnya selama empat puluh hari. Bila ia bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Apabila ia kembali melakukannya pada kali keempat, maka Allah tidak menerima shalatnya selama empat puluh hari. Dan, setelah itu, jika ia bertaubat kembali, maka Allah tidak akan menerima taubatnya.” (HR.Tirmidzi)

Dari penjelasan hadits diatas, sudah jelas bahwa peminum minuman keras tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari. Apakah hal ini tidak cukup jelas bagi kita, bahwa meminum minuman keras itu sangat merugikan diri kita sendiri.

Tidak hanya itu, kelak di akhirat para peminum minuman keras, akan Allah swt hukum dengan diberikan minuman yang sangat menjijikan. Seperti apa minuman yang menjijikan itu, mari simak apa yang Rasulullah saw sampaikan melalui haditsnya.

Setiap yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya, Allah telah menjanjikan kepada siapa saja yang minum minuman memabukkan, Dia akan memberi minuman kepadanya dari Thinatul Khabal’. Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa itu Thinatul Khabal?’ Beliau menjawab, “Keringat dan nanah penghuni neraka.” (HR.Muslim)

Semoga penjelasan ini dapat mengetuk hati kita agar tidak menyentuh atau meminum barang haram yang dinamakan minuman keras (khamar) tersebut. Sebab, seperti yang sudah diterangkan sebelumnya bahwa betapa sangat mengerikan hukuman yang akan diberikan Allah Ta’ala kepada peminum minuman keras, yakni diberi minuman yang menjijikkan dari keringat dan nanah para penghuni neraka lainnya.

bersambung …

oleh : Chairunnisa Dhiee

sumber: buku ‘Dahsyatnya Neraka’ karya Syaiful Bachri az-Zidani