Pada artikel-artikel sebelumnya telah dibahas bahwa calon-calon penghuni neraka antara lain adalah orang yang menyekutukan Allah Swt (berbuat syirik), orang yang membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan, orang yang meninggalkan atau melalaikan shalat fardhu, orang munafik, orang yang durhaka kepada orang tua, pelaku zina, orang yang memakan harta anak yatim dan orang yang meminum minuman keras.

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Menyekutukan Allah (bag. 1)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Membunuh Tanpa Alasan yang Dibenarkan (bag. 2)]




[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Meninggalkan atau Melalaikan Shalat (bag. 3)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Munafik (bag. 4)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Durhaka kepada Orang Tua (bag. 5)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Pelaku Zina (bag. 6)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Orang yang Memakan Harta Anak Yatim (bag. 7)]

[baca sebelumnya: Calon-Calon Penghuni Neraka – Minum Minuman Keras (bag. 8)]

Selanjutnya yang juga calon penghuni neraka adalah:

I. Orang yang mati bunuh diri

Sebagai manusia, makhluk hidup yang Allah swt ciptakan dengan berbagai keterbatasan, pastilah kita semua akan berhadapan dengan cobaan dan masalah. Hal tersebut dikarenakan dengan cobaan dan masalah tersebut, Allah swt hendak menguji hambanya, siapa diantara hamba-hamba-Nya tersebut yang benar keimanannya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita termasuk hamba-Nya yang mampu bersabar menghadapi cobaan atau masalah yang menghampiri? Tak sedikit kita jumpai kisah orang-orang yang tidak mampu menghadapinya kerasnya persoalan hidup di dunia lalu mengambil sebagai jalan keluar dari masalahnya dengan tindakan bunuh diri.

Mungkin pelaku bunuh diri beranggapan bahwa dengan mengakhiri hidupnya, maka semua permasalahan yang sedang dihadapinya seketika juga akan berakhir. Nyatanya adalah tidak. Mereka lupa atau mungkin tidak meyakini, bahwa kehidupan dunia adalah sementara. Mereka seakan lupa bahwa kehidupan di dunia yang sangat singkat ini merupakan penentu kebahagiaan atau kesengsaraan kita kelak di hari kiamat. Maka, sungguh sangat keliru jika ada yang berfikir bahwa dengan melakukan tindakan bunuh diri, maka semua masalah atau persoalan terselesaikan. Sebab, perbuatan yang satu ini termasuk tindakan yang dibenci oleh Allah Ta’ala dan dapat mengakibatkan pelakunya pergi ke neraka.

Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. an-Nisaa : 29-30)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw juga memberikan ancaman bagi orang yang melakukan tindakan bunuh diri.

“Sebelum kamu, pernah ada seorang laki-laki terluka kemudian marah sambil mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya, darahnya terus mengalir sehingga ia mati. Maka, berfirmanlah Allah, ‘Hamba Ku ini mau mendahulukan dirinya dari takdir-Ku. Oleh karena itu, Kuharamkan surga atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh sangat jelas, jika seseorang melakukan tindakan bunuh diri, maka diharamkan baginya untuk memasuki surga. Atau dengan kata lain dipersilahkan untuknya memasuki neraka. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya tentang keadaan orang yang bunuh diri kelak di akhirat, tentu siksa yang akan diterima begitu mengerikan. Melakukan bunuh diri dengan cara apapun dan bagaimana pun, kelak pelakunya akan melakukan hal yang sama di neraka sebagai bentuk siksa atau hukuman dari Allah Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah saw sebagai berikut:

Barang siapa menjatuhkan diri dari atas gunung kemudian bunuh diri, maka ia berada di neraka dan ia akan menjatuhkan diri ke dalam neraka untuk selama-lamanya. Dan, barang siapa minum racun kemudian bunuh diri, maka racunnya itu berada di tangannnya, kemudian minum di neraka Jahannam untuk selama-lamanya. Dan, barang siapa bunuh diri dengan alat tajam, maka alat tajamnya itu di tangannya akan menusuk ia di neraka Jahannam untuk selama-lamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jelaslah dengan demikian, bahwa bunuh diri bukan jalan keluar dari masalah-masalah dan persoalan-persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan. Islam sama sekali tidak membenarkan tindakan bunuh diri karena alasan apapun. Oleh sebab itu, seberat apapun masalah yang dihadapi ataupun kegagalan dalam mewujudkan cita-cita, tak ada alasan sedikitpun bagi seorang muslim untuk berputus asa dan melakukan tindakan bunuh diri. Berputus asa dan bunuh diri adalah ciri dari orang yang tidak meyakini akan rahman dan rahimnya Allah swt.

Allah swt menghendaki orang-orang yang beriman untuk berjuang menghadapi persoalan hidup yang dihadapi, bukan malah tinggal diam apalagi menyerah. Seorang mukmin tidak boleh lari dari arena kehidupan, seberat apapun atau sesedih apapun hidup yang dijalaninya. Bukankah setiap cobaan Allah swt hadirkan untuk menguji seberapa besar kesungguhan kita dalam beriman kepada-Nya. Bukankah keimanan dan keyakinan kepada Allah swt merupakan senjata pamungkas dalam berhadapan dengan setiap problema kehidupan.

Semoga Allah swt mentakdirkan kita termasuk golongan manusia yang tidak pernah berputus asa dalam mengarungi kehidupan ini. Semoga keimanan dan keyakinan kita kepada Allah swt selalu menjadi sahabat yang mengiringi kita dalam menaklukan setiap persoalan kehidupan. Semoga Allah swt memudahkan seluruh urusan kehidupan kita. Aamiin ya rabbal alamin.

 

oleh : Chairunnisa Dhiee

sumber: buku ‘Dahsyatnya Neraka’ karya Syaiful Bachri az-Zidani