Pahamilah apa yang kukatakan, dan juga ketahuilah bahwa pemahaman tanpa pengalaman cumalah omong-kosong. Dan pengamalan tanpa keikhlasan sama saja dengan ketamakan. Orang awam tak mengetahui hijrahmu. Ada orang asing yang mengetahui hijrahnya kemudian memberi tahu orang awam sehingga mereka pun tahu dan memerhatikanmu.

Kalau engkau bersabar bersama Allah swt, tentu engkau melihat keajaiban-keajaiban kelembutan-Nya. Tatkala Yusuf as, bersabar karena dipungut, diperbudak, dipenjara, dan dihinakan, serta menaati Allah swt, terbuktilah keunggulannya, dan jadilah dia raja, yang beralih dari kehinaan ke kemuliaan, dari kematian ke kehidupan.

Demikian pula engkau, jika engkau menuruti syariat dan bersabar bersama Allah, takut dan berharap pada-Nya, dan menentang nafsu, hasrat, dan setanmu, maka engkau akan beranjak dari posisimu sekarang ini, beralih dari yang kau benci ke yang kau cintai.




Berjihad dan berijtihadlah, datang kepadamu kebaikan. Siapa mencari, dia dapat. Berjuanglah untuk memakan hanya yang halal, karena ini akan menyinari hati dan mengeluarkannya dari kegelapan. Akal yang bermanfaat adalah yang membuatmu mengenali nikmat-nikmat Allah dan mendisiplinkan untuk mensyukurinya, dan menolongmu untuk bisa mengakui nikmat-nikmat itu dan kuantitasnya.

Anak muda, siapa mengetahui dengan ainul yakin bahwa Allah swt menjatah rezeki segala ciptaan dan menyalurkannya, ia tidak akan meminta dari-Nya karena malu kepada-Nya, lebih sibuk berzikir ketimbang meminta-Nya, tidak meminta rezekinya disegerakan, dan tidak pula meminta kepada-Nya untuk memberikan jatah rezeki orang lain, dan ia merasa bodoh, diam, membaguskan adab, dan tidak memprotes, tidak pula mengadu pada makhluk, dalam keadaan punya sedikit ataupun punya banyak.

Mengemis pada makhluk dalam hati sama seperti mengemis pada mereka dengan lisan. Menurutku, sejatinya tak ada beda di antara keduanya.

Celakalah, engkau tak malu meminta pada selain Allah padahal Dia lebih dekat padamu dari selain-Nya. Engkau meminta dari makhluk apa yang sebetulnya tak kau butuhkan. Engkau menimbun simpanan dan mempersulit orang-orang fakir untuk mendapatkan kacang-kacangan dan jagung. Jika kau mati, akan tersingkap dan tampaklah apa yang kau sembunyikannya dan tutupi, dan laknat menimpamu dari banyak penjuru.

Kalau engkau mengerti, tentu kau punya secuil iman, menjumpai Allah dengan iman itu, dan kau bergaul dengan orang-orang saleh, dan belajar dari perkataan dan perbuatan mereka, sehingga bila goyah imanmu tapi sempurna keyakinanmu, Allah memurnikanmu, mengendalikan adabmu, memerintah dan melarang melalui hatimu.

Wahai abdi berhala ria, sejatinya engkau tak mencium kedekatan dengan Allah, tidak pula pada dunia ataupun akhirat. Wahai orang yang menyekutukan Allah dengan makhluk dan menerima mereka dalam hati, menjauhlah dari mereka, karena mereka tak bisa menimbulkan bahaya ataupun manfaat, dan tak pula memberikan ataupun menahan karunia. Jangan mengklaim bertauhid padahal syirik terpatri di hari dan karenanya tauhid tak sedikit pun kaumiliki.