Alumni Dakwah Kampus, Kepada Dirimu Kami Menyeru




Assalamualaikum Wr Wb

Saudara-saudariku ikhwan dan akhwati fillah alumni Dakwah Kampus dimanapun berada…

Sungguh kita merasa hari-hari ini adalah hari-hari dimana Allah SWT seperti hendak mengetuk, mengajarkan dan meneguhkan kembali kepada kita semua, pemahaman tentang Islam dan dinamika pertarungan nilai-nilai Islam dalam kehidupan kita…




Bagi kita para alumni yang kemudian memasuki dunia profesi ataupun dunia usaha, seakan memasuki ruang kehidupan baru yang sulit menemukan sisi untuk menempatkan nilai-nilai perjuangan Islam dalam aktivitas keseharian kita. Seolah dunia kita memiliki jarak dengan nilai-nilai perjuangan Islam. Bebasnya dakwah Islam mengisi setiap relung kehidupan, baik di lingkungan rumah ataupun lingkungan kantor, telah meninabobokan kita seakan perjuangan Islam telah sampai pada titik optimalnya. Namun hari-hari ini, kita seperti baru tersadarkan kembali bahwa nilai-nilai perjuangan Islam masih menemukan relevansinya di negeri ini …

Ya relevan! Se-relevan-nya dengan janji Allah utk senantiasa menjaga umat ini dengan menurunkan setiap 1 abad seorang mujaddid… Seorang pembaharu… Pembaru yg akan membuat Dunia ini menjadi berubah… Berubah menjadi Dunia yang dipenuhi keberkahan sebagai buah dari kebangkitan Islam… Kita ikut atau tidak, Allah akan tetap memenuhi janjinya…

Sebelumnya, saya ingin tekankan. Saya sedang tidak menyeru kepada Lembaga Dakwah Kampus ataupun Almamater Kampus yang sama2 kita cintai… Akan tetapi, saya sedang menyeru kepada para aktivis Dakwah Kampus untuk kembali mencintai hari-hari ini… Hari-hari yang akan menentukan hidup kita…

Ini bukan soal Pak Basuki Tjahya Purnama atau soal Pak Joko Widodo Presiden kita… Ini adalah soal diri kita…

Bagi saya ini bukanlah sekedar soal besok ada penetapan tersangka atau tidak. Toh Dunia tidak akan berakhir apapun yang terjadi… Bukan pula soal apakah Ormas, LSM, Parpol, dan Lembaga Keagamaan mendukung atau tidak. Biarlah masing-masing melakoni fungsi dan perannya… Namun bagi saya, ini adalah persoalan ke “hadir” an kita…

Ya, ini adalah soal kita yang pernah mengemban label sebagai aktivis dakwah kampus. Dan soal kehadiran kita pada momentum untuk membuktikan komitmen kita terhadap nilai-nilai perjuangan Islam.

Apakah kita akan bergerak atau sekedar hadir dalam aksi tersebut, sesungguhnya adalah seperti tamsil keberpihakan semut dan cicak saat peristiwa fenomenal Nabiyullah Ibrahim AS yang dibakar Penguasa Dzhalim Namrudz… Walau semut tau diri nya tak mampu memadamkan api penguasa, semut terpanggil untuk mberikan keberpihakan…

Inilah panggilan untuk kita… Panggilan kepada diri-diri yang kelak akan ditanya oleh Allah SWT dan Baginda Nabiyullah Muhammad SAW, “dimana kamu saat kalam dan mukzijat ku dilecehkan manusia?” Dan dengan bangga kita menjawab, “Ya Allah… Ya Rasulullah saksikanlah… Kami hadir… Kami hadir…”

Harapan kita hanya satu, bahwa kita ingin memastikan tempat kita di yaumil qiyamah jelas… Kita ingin Al Quran ini menjadi syafaat untuk kita disaat itu terjadi… Kita ingin ketika hari ini kita hadir membela Al Quran, kitab ini menjadi pembela kita di padang mashar…

Mari segarkan kembali ingatan kita dengan Firman Allah swt:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putera Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kami-lah penolong-penolong (agama) Allah”… (QS. Ash-Shaff[61] : 14)

Ya Allah… Ya Rasulullah saksikanlah… Kami hadir… Kami hadir…

Allahu akbar !!!

 

Koordinator Nasional
Alumni Dakwah Kampus

 

Bayu Adi Permana

SALAM UI 99 – 00
Panpel FSLDK Nasional 2000

Leave a Reply