Manusia yang paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalanannya, lalu yang selanjutnya. Seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim)

Berjalan menuju masjid untuk menjalankan shalat berjamaah terkadang tidaklah mudah untuk sebagian orang. Apalagi jika jarak antara masjid dengan tempat tinggal kita lumayan atau cukup jauh. Jarak 50 meter atau 200 meter mungkin masih ringan. Tetapi, jika sudah mencapai kilometer, rasanya pasti langkah kaki kita seakan terasa berat meski banyak kendaraan transportasi yang dapat kita gunakan.

Tak heran jika banyak masjid yang sepi karena kekurangan jamaah. Padahal, jika kita mengetahui konsekuensi apa yang akan kita dapatkan jika shalat berjamaah di masjid, pasti tak akan mungkin masjid-masjid banyak yang sepi, khususnya saat waktu shalat subuh. Jika kita, kaum muslimin ikhlas dalam melakukan ibadah kepada Allah Ta’ala, pastilah pahala berlipat akan menanti.




Pada zaman sahabat, jarak masjid dengan perkampungan penduduk cukup jauh. Namun, ketika mendengar panggilan azan mereka bersegera menuju masjid kendati harus berjalan kaki. Suatu hari, Abdullah bin Umar ra, pergi ke pasar. Saat tiba waktu shalat berjamaah, ia melihat semua orang menutup toko mereka dan segera pergi ke masjid. Abdullah bin Umar ra, lantas berkata,

“Mereka inilah orang-orang yang disebutkan Allah dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 37, Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (pada hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.'”

Abdullah bin Abbas ra mengatakan, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Majah, “Pemukiman kaum Anshar sangat jauh dari masjid, lalu mereka ingin agar dekat dengannya. Maka turunlah ayat ‘Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.’ (QS. Yasin : 12). Akhirnya, mereka tetap tinggal di pemukiman mereka (tempat tinggal semula yang jauh dari masjid).”

Para sahabat Rasulullah saw, rela melakukan shalat berjamaah di masjid meski jaraknya jauh dari tempat tinggal mereka. Mereka tahu bahwa berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah akan mendapat limpahan pahala di sisi Allah Swt. Semakin jauh masjidnya, semakin banyak pahalanya. Andaikata mereka melangkah sebanyak seribu ayunan kaki, maka Allah Swt akan menghitung kebajikan dalam setiap langkah mereka. Subhanallah.

Hadits yang diriwayatkan Abu Musa ra, menyebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Manusia yang paling besar pahalnya dalam  shalat adalah yang paling jauh perjalanannya, lalu yang selanjutnya. Seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR.Muslim)

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku ‘200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat’ karya Abdillah F Hasan)