Aku mulai membaca tulisan tangan Ayah pada buku tersebut.

Untuk putri Ayah… Fatimah.

Ayah tuliskan pesan ini sebagaimana Baginda Rasulullah berpesan kepada putrinya… Fatimah.

[baca sebelumnya: Untuk Putriku Fatimah (Bag 4)]




Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak akan Allah tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya dan juga Allah akan meleburkan  keburukan dan akan meningkatkan derajatnya.

Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah…

Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya, dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang membantu tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

Wahai Fatimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

Wahai Fatimah, di saat seorang wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu keburukan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Di saat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, di dalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

Wahai Fatimah, di saat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah pun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

Wahai Fatimah, di saat seorang istri tersenyum di hadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

Wahai Fatimah, di saat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang.

Wahai Fatimah, di saat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shiratal mustaqim dengan selamat.

Nak,  jadilah istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anakmu. Ingatlah selalu pesan ini, pesan dari Rasulmu untuk Fatimah putrinya, juga untuk Fatimah-Fatimah yang lain. Termasuk Fatimah putri Ayah.

Salam hangat, Ayah.

bersambung…

oleh: An Nisaa Gettar

Baca juga:

Untuk Putriku Fatimah (Bag 1)

Untuk Putriku Fatimah (Bag 2)

Untuk Putriku Fatimah (Bag 3)

Untuk Putriku Fatimah (Bag 4)