Sesungguhnya apabila seorang muslim bertemu dengan saudaranya lalu berjabat tangan, maka dosa-dosa keduanya akan gugur sebagaimana rontoknya dedaunan dari pohon kering pada hari bertiupnya angin kencang. Dosa keduanya akan diampuni walaupun dosa keduanya seperti buih di lautan.( HR. Thabrani)

Secara umum, bersalaman atau berjabat tangan, memiliki makna yaitu dua orang yang saling mengulurkan tangan dan memegang telapak tangan yang lain. Dalam bahasa Arab bersalaman disebut dengan mushafahah. Dimana Imam Al-Hathab Al-Maliki  mendefinisikannya dengan meletakkan telapak tangan di telapak tangan orang lain selama seukuran, mengucap salam, dan menanyakan tujuan.

Dalam Islam sendiri, bersalaman adalah aktivitas yang sunnah. Rasulullah saw dan para sahabat memahami makna penting bersalaman. Jika bertemu ataupun berpisah, mereka saling bersalaman.




Mulanya, berjabat tangan merupakan kebiasaan yang kerap dilakukan oleh penduduk Yaman. Kebiasaan tersebut mendapat tanggapan positif dari Rasulullah saw. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Anas bin Malik ra, bahwa :

Ketika penduduk Yaman datang, Rasulullah saw bersabda,  ‘Sungguh telah mendatangimu orang-orang Yaman. Merekalah yang pertama kali datang dengan berjabat tangan.'”

Melihat arti salam, yaitu selamat atau damai, maka dengan bersalaman diharapkan orang akan saling mengasihi dan menyayangi serta membuang kebencian yang ada dalam dadanya. Jadi, tidak sepatutunya seorang muslim menolak diajak untuk bersalaman. Menurut Imam Nawawi, berjabat tangan (bersalaman) telah di sepakati sebagai bagian dari sunah ketika sesama muslim bertemu.

Adapun keutamaan bersalaman, sebagaimana diriwayatkan dari Salman Al-Farisi ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang muslim bertemu dengan saudaranya lalu menjabat tangannya, maka dosa-dosa keduanya akan gugur sebagaimana rontoknya dedaunan dari pohon kering pada hari bertiupnya angin kencang. Dosa keduanya akan diampuni walaupun dosa keduanya seperti buih di lautan.” (HR. Thabrani)

Diriwayatkan Al-Barra’ ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.” (HR. Abu Daud)

Bersalaman merupakan ibadah yang ringan dan mudah dilakukan. Tidak perlu waktu khusus untuk melakukannya. Umat muslim bisa saling bersalaman saat bertemu di acara keluarga, di kantor, saat selesai rapat, di masjid atau mushola, atau saat akan berpisah.

Batasan bersalaman adalah untuk sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan). Sementara itu, kalangan ulama sepakat tidak memperbolehkan (haram) bersalaman dengan lawan jenis, kecuali jika masih mahram. Namun, kalangan ulama Hanafiyah dan Hambali memperbolehkan bersalaman dengan wanita tua selagi tidak menimbulkan syahwat laki-laki, atau laki-laki tua dengan wanita muda, dan laki-laki tua dengan wanita tua, selama aman dari syahwat di antara mereka.

 

sumber : buku ‘200 Amalan Shaleh Berpahala Dahsyat’